Archive | Social Critique

Tags: , , , , , , ,

Anarkisme dan Islam


Mengutip dari Wikipedia
Dalam agama Islam, kelompok anarkisme melakukan interpretasi terhadap konsep bahwa Islam adalah anarchy-symbol.pngagama yang bercirikan penyerahan total terhadap Allah (bahasa Arab all?hu ????), yang berarti menolak peran otoritas manusia dalam bentuk apapun. Anarkis-Islam menyatakan bahwa hanya Allah yang mempunyai otoritas di bumi ini serta menolak ketaatan terhadap otoritas manusia dalam bentuk fatwa atau imam. Hal ini merupakan elaborasi atas konsep “tiada pemaksaan dalam beragama”. Konsep anarkisme-islam kemudian berkembang menjadi konsep-konsep lainnya yang mempunyai kemiripan dengan ideologi sosialis seperti pandangan terhadap hak milik, penolakan terhadap riba, penolakan terhadap kekerasan dan mengutamakan self-defense, dan lain-lain. Kelompok-kelompok dalam Islam yang sering diasosiasikan dengan anarkisme antara lain : Sufisme dan Kelompok Hashshashin.
Salah seorang tokoh muslim anarkis yang berpengaruh yaitu Peter Lamborn Wilson, yang selalu menggunakan nama pena Hakim Bey. Dia mengkombinasikan ajaran sufisme dan neo-pagan dengan anarkisme dan situasionisme. Dia juga merupakan seorang yang terkenal dengan konsepnya Temporary Autonomus Zones.
Yakoub Islam, seorang anarkis muslim, pada 25 Juni 2005 mempublikasikan Moslem Anarchist Charter (Piagam Muslim Anarkis), yang berbunyi :

Tiada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusannya;
Tujuan dari hidup ialah untuk membangun sebuah hubungan kasih yang damai dengan Yang Maha Esa melalui pemahaman untuk bertindak sesuai ajaran, wahyu, serta tanda-tandanya di dalam Penciptaannya juga hati manusia;
Demi tujuan seperti itu kita harus memiliki komitmen yang kuat untuk mempelajarinya dengan kehendak hati yang bebas, dan secara sadar menolak setiap bentuk kompromi dengan institusi kekuasaan, entah dalam bentukbnya yang yuridis, relijius, sosial, korporatik maupun politis;
Demi tujuan seperti itu kita harus aktif di dalam kegiatan merealisasikan keadilan yang bertujuan untuk membangun sebuah komunitas-komunitas dan masyarakat dimana pembangunan jiwa yang spiritual tidak terbatasi lagi oleh kemiskinan, tirani, dan ketidakpedulian.

Muslim Anarchist Charter menolak:
Kekuatan fasis yang bertujuan untuk memapankan kebenaran tunggal yang absolut, termasuk patriarki, kerajaan, dan kapitalisme.

Setelah baca tulisan diatas itu, jadi ingat komik “Daging Tumbuh” yang entah pada edisi berapa, pernah mengangkat cerita superhero yang berwujud seekor babi. Superhero ini adalah sosok pahlawan dengan segala perilaku kepahlawanannya, antara lain: membela yang lemah, menegakkan keadilan, dan membasmi kejahatan. Ditambah lagi dengan sikap religiusnya, superhero tersebut beragama islam. Karena merasa sudah islam, meskipun dia seekor babi, maka dia menyatakan dirinya tidak lagi najis karena biarpun dia adalah babi yang dalam islam adalah termasuk binatang haram dan najis, namun dia seekor babi muslim. Makin lama sikap superioritasnya makin menjadi, hingga dia merasa menjadi yang paling islam diantara yang islam, meskipun sekelilingnya tetap menganggap dia adalah seekor babi. Tentunya sekelilingnya juga menganggap bahwa dia adalah yang paling babi diantara babi. Sayangnya di komik ini tidak diceritakan klimaksnya, sebab hingga akhir cerita, sang babi muslim superhero ini tetap menjalankan tugasnya berjihad di jalan Allah, dan menganggap muslim yang berbeda dengan dia adalah bukan golongan muslim karena cuma dialah satu-satunya babi muslim di dunia. Baru sadar juga ternyata ada juga sekelompok manusia yang pengen jadi seperti itu :D

Semoga pengertian dan pemahaman tentang anarkisme yang mengakar dalam otak dan pola pikir masyakat  berubah.

Posted in Social CritiqueComments (3)

Tags: , , ,

What Is Anarchism?


I consider anarchism the most rational and practical conception of a social life m freedom and harmony. I am convinced that its realization is a certainty in the course of human development.

The time of that realization will depend on two factors: first, on how soon existing conditions will grow spiritually and physically unbearable to considerable portions of mankind, particularly to the laboring classes; and, secondly, on the degree in which Anarchist views will become understood and accepted.

Our social institutions are founded on certain ideas; as long as the latter are generally believed, the institutions built on them are safe. Government remains strong because people think political authority and legal compulsion necessary. Capitalism will continue as long as such an economic system is considered adequate and just. The weakening of the ideas which support the evil and oppressive present-day conditions means the ultimate breakdown of government and capitalism. Progress consists in abolishing what man has outlived and substituting in its place a more suitable environment.

It must be evident even to the casual observer that society is undergoing a radical change in its fundamental conceptions. The World War and the Russian Revolution are the main causes of it. The war has unmasked the vicious character of capitalist competition and the murderous incompetency of governments to settle quarrels among radons, or rather among the ruling financial cliques. It is because the people are losing faith in the old methods that the Great Powers are now compelled to discuss limitation of armaments and even the outlawing of war. It is not so long ago that the very suggestion of such a possibility met with utmost scorn and ridicule.

Similarly is breaking down the belief in other established institutions. Capitalism still ‘works’, but doubt about its expediency and justice is gnawing at the heart of ever-widening social circles. The Russian Revolution has broadcasted ideas and feelings that are undermining capitalist society, particularly its economic bases and the sanctity of private ownership of the means of social existence. For not only in Russia did the October change take place: it has influenced the masses throughout the world. The cherished superstition that what exists is permanent has been shaken beyond recovery.

The war, the Russian Revolution, and the post-war developments have combined also to disillusion vast numbers about Socialism. It is literally true that, like Christianity, Socialism has conquered the world by defeating itself. The Socialist parties now run or help to run most of the European governments, but the people do not believe any more that they are different from other bourgeois regimes. They feel that Socialism has failed and is bankrupt.

In like manner have the Bolsheviks proven that Marxian dogma and Leninist principles can lead only to dictatorship and reaction.

To the Anarchists there is nothing surprising in all this. They have always claimed that the State is destructive to individual liberty and social harmony, and that only the abolition of coercive authority and material inequality can solve our political, economic and national problems. But their arguments, though based on the age-long experience of man, seemed mere theory to the present generation, until the events of the last two decades have demonstrated in actual life the truth of the Anarchist position.

The breakdown of Socialism and of Bolshevism has cleared the way for Anarchism.

There is considerable literature on Anarchism, but most of its larger works were written before the World War. The experience of the recent past has been vital and has made certain revisions necessary in the Anarchist attitude and argumentation. Though the basic propositions remain the same, some modifications of practical application are dictated by the facts of current history. The lessons of the Russian Revolution in particular call for a new approach to various important problems, chief among them the character and activities of the social revolution.

Furthermore, Anarchist books, with few exceptions, are not accessible to the understanding of the average reader. It is the common failing of most works dealing with social questions that they are written on the assumption that the reader is already familiar to a considerable extent with the subject, which is genera By not the case at ale As a result there are very few books treating of social problems in a sufficiently simple sad intelligible manner.

For the above reason I consider a restatement of the Anarchist position very much needed at this time – a restatement in the plainest and clearest terms which can be understood by every one. That is, an ABC of Anarchism.

With that object in view the following pages have been written.

Paris,1928.

Posted in Social CritiqueComments (0)

Kerja Cuma Modal Gelar? Tanpa Skill? Bisa Banget!!!


Ternyata betul kalo ada orang bilang, sekolah buat cari ijazah, skill itu urusan nomer 668. Terbukti juga bahwasanya gelar tidak selalu mencerminkan keahlian seseorang, meskipun gelar yang dimiliki adalah berdasarkan sekolah dalam lingkup keahlian yang sama. Tidak sedikit disini seorang yang bekerja tidak berdasarkan gelar yang dimilikinya, namun sesuai dengan skill yang dimiliki meskipun diperoleh secara non-formal, semisal: sarjana hukum berujung dengan menjadi seorang sopir angkot, Insinyur teknik menjadi seorang salesman, serta jebolan Sosiologi menjadi teknisi handphone.

Memang sebenarnya sudah bukan rahasia kalau Ijazah sebagai biang utama untuk mendapatkan pekerjaan. Para pegawai negeri berbondong-bondong untuk berburu ijazah, entah itu aspal atau ijazah kilat atau sekolah asal bayar lulus, agar dapat ijazah dan dapat menaikkan golongan kepegawaiannya. Sebenarnya bukan cuma pegawai negeri, pegawai perusahaan swasta pun tidak jauh beda.

Namun apa yang akan terjadi jika sebuah perusahaan maupun institusi yang mempekerjakan seseorang yang hanya dilihat dari gelarnya saja tanpa melihat skill yang dimiliki? Bahkan akan lebih mengenaskan lagi apabila sebuah perusahaan yang berkoar “Perusahaan X, adalah perusahaan spesialis “anu”. Solusi “anu” terbaik untuk anda”, namun perusahaan itu mempekerjakan seorang berijazah spesialis “anu” tapi secara praksis, skillnya dibidang “anu” adala NOL BESAR?!?!!. Jelasnya adalah pertama, pegawai tersebut makan gaji buta, sebap keahliannya dibidang “anu” adalah NIHIL. Kedua, bagaimana nasib klien perusahaan tersebut?!?? yang jelas adalah sebuah kebohongan publik yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Bukan hanya klien yang dirugikan, namun juga perusahaan tersebut juga dirugikan.

berikut ini ada beberapa cuplikan percakapan seorang DraCoola© –> Costumer Service Online (CSO), dengan seorang yang mengaku sebagai pegawai bidang IT disebuah perusahaan.

Ahli IT: alow
Ahli IT: pak dracoo
Ahli IT: alow
DraCoola©: oi oi
DraCoola©: sore buuuu
DraCoola©: mempan upload nya?
Ahli IT: bgini pak
Ahli IT: klo gue buka www.xxxx.net
Ahli IT: iya sore pak
Ahli IT: ^^
Ahli IT: klo gue buka www.xxxx.net
Ahli IT: uda upload
Ahli IT: coba dicek
Ahli IT: tp pas gue buka www.xxxx.net
Ahli IT: masi under contruction
Ahli IT: bukannya upload doank ya
DraCoola©: halaman index default nya dracoola memang itu
DraCoola©: diapus aja
DraCoola©: namanya index.php
Ahli IT: oOo
DraCoola©: OoO
DraCoola©: udah ndak tuh?
Ahli IT: masa?
DraCoola©: sumpede
DraCoola©: xxxx
DraCoola©: di refresh aja browser nya coba?
Ahli IT: oh ya
Ahli IT: databasenya
Ahli IT: kaga ngelink
Ahli IT: swt
DraCoola©: © 2006 :: xxxxSiteMap Contact Us FAQ
Ahli IT: phpmyadminnya
DraCoola©: phpmyadmin knapa bu?
Ahli IT: mgkn beda
DraCoola©: beda username ama passwot doang biasanya
DraCoola©: cocokin aja ama di file website nya
DraCoola©: configurasinya
Ahli IT: mgkn priviledge
Ahli IT: iya
Ahli IT: coba bukain
Ahli IT: soalnya lama loading
Ahli IT: ><
Ahli IT: phpmyadmin
Ahli IT: liatin user ama passnya ^^
DraCoola©: indonet
Ahli IT: wew
Ahli IT: lg di ruma nih
Ahli IT: tp upload nya diluar
Ahli IT: itupun nunggu 2 jam
Ahli IT: ><
Ahli IT: sambil maen gue
Ahli IT: klo ga.. bisa gila
DraCoola©: satu2 dari 256 member di dracoola, cuma anda yg ada keluhan lambat
DraCoola©: satu2nya
Ahli IT: iya
Ahli IT: ><
Ahli IT: kan emank inet nya
Ahli IT: kan gue ga nyalahin dracoolanya
DraCoola©: ganti inet
Ahli IT: wew
DraCoola©: parah indonet kualitas nya
Ahli IT: pak dracoo
Ahli IT: itu nanti aja
Ahli IT: skrg
Ahli IT: minta user ama pass nya donk
Ahli IT: liatin
DraCoola©: username ama pass yg apa?
Ahli IT: buat databsenya
DraCoola©: lah? itu di file nya?
Ahli IT: wah bingung liatnya
DraCoola©: kalo phpmyadmin mah tinggal pencet
DraCoola©: nda pernah pake cpanel kah?
Ahli IT: nyari user ama pass di phpmyadmin
Ahli IT: gimana
Ahli IT: bukan ga pernah
DraCoola©: nda pake pass
Ahli IT: ga pernah otak atik selain
DraCoola©: username ama pass diliatnya di cpanel
Ahli IT: upload data doank
Ahli IT: di mananya
DraCoola©: di tab menu database
DraCoola©: ada icon database
DraCoola©: harus create database dulu
Ahli IT: create db buat liat?
Ahli IT: klo ga create ga bisa?
DraCoola©: tanpa create database, gimana caranya bisa berasumsi kalo database itu ada?
DraCoola©: logika bu
DraCoola©: ilmu tentang logika
Ahli IT: tp databasenya uda gue upload jg
Ahli IT: hanya ga konek aja
Ahli IT: oOO
DraCoola©: databse nya berbentuk apa file nya?
Ahli IT: ga ngerti
DraCoola©: nama file nya apa?
Ahli IT: xxxxnet_new
DraCoola©: nama file nya lengkap
DraCoola©: bentuk file? ato folder
Ahli IT: file
DraCoola©: nama lengkapnya?
Ahli IT: keknya gue create baru aja
DraCoola©: sbap dari phpmyadmin ndak bisa create database
DraCoola©: biasanya dari cpanel
Ahli IT: yg kmrn gue upload
Ahli IT: ga lengkap
DraCoola©: jadi mustahil bu Ahli IT buat di cpanel
Ahli IT: iya
Ahli IT: emank ga bisa
Ahli IT: buat delete jg ga bisa
Ahli IT: ><
Ahli IT: ga user friendly
Ahli IT: hehe
DraCoola©: bu Ahli IT harus belajar konsep database dulu kali?
Ahli IT: gampang lah
DraCoola©: bukan nda user friendly. tapi Ahli IT nya yg memang belun paham
Ahli IT: klo create db doank
DraCoola©: sebab, 256 orang member dracoola ndak ada yg ndak semengerti Ahli IT
Ahli IT: gini” uda lulus sql server pak
Ahli IT: ><
DraCoola©: semuanya langsung jalan create database
DraCoola©: beda antara lulus dan kenyataan pemahaman lapangan
Ahli IT: iya
Ahli IT: biarin
Ahli IT: gini lho pak
DraCoola©: saya jebolan ekonomi, manajemen. ubaya
Ahli IT: biasanya gue pake yg offline
Ahli IT: ga online
Ahli IT: jadi beda
Ahli IT: gitu lho
DraCoola©: di cpanel, harus bikin database dulu
Ahli IT: implementasi lapangan emank beda
DraCoola©: baru database di isi pake file offline
Ahli IT: anggap saja,, gue bljr skrg
Ahli IT: gampang koq
DraCoola©: DraCoola©: di cpanel, harus bikin database dulu
DraCoola©: DraCoola©: baru database di isi pake file offline
Ahli IT: gue kirain kmrn itu
Ahli IT: tinggal upload doank
Ahli IT: uda jadi
Ahli IT: ternyata
DraCoola©: phpmyadmin di cpanel, fungsinya untuk edit, drop, ama entry doang
DraCoola©: makanya saya nanya : apakah Ahli IT perna pake cpanel sblunnya
Ahli IT: mana ada drop..
Ahli IT: kaga ada
DraCoola©: ada
DraCoola©: kalo nda ada ngapain saya palsukan kalo itu ada
Ahli IT: drop nya di tempat laen
Ahli IT: bukan di phpmyadmin
Ahli IT: tp mysql databse
DraCoola©: drop data
DraCoola©: bukan drop database
DraCoola©: drop tabel
DraCoola©: jadi misal gini :
Ahli IT: iya
DraCoola©: create database di cpanel
Ahli IT: gue mo drop database
DraCoola©: brati tercipta tabel ama username + password
DraCoola©: tapi kosong
Ahli IT: oh ya
DraCoola©: nah, di phpmyadmin kita impor database dari lokal
Ahli IT: ini klo uda ada databasenya
Ahli IT: uploadnya table nya satu”
Ahli IT: ?
DraCoola©: trus, kita cocokin username + pass di file config.php kita
DraCoola©: uplaod semua bisa
DraCoola©: import
Ahli IT: tahu usernama + pass dari mana
DraCoola©: saya slalu bikin dari lokal segambreng database
DraCoola©: tahunya dari cpanel
Ahli IT: pas create kan
Ahli IT: dari cpanel
DraCoola©: bahkan yg nentukan kita ndiri
Ahli IT: di bg mana
DraCoola©: ho oh
DraCoola©: pas create
Ahli IT: ya uda
Ahli IT: gue create lg
DraCoola©: bentar saya capture nya
Ahli IT: apanya
DraCoola©: letaknya
DraCoola©: tungguin
Ahli IT: create db di mysql db wizard kan?
DraCoola©: better yg satunya
DraCoola©: yg manual
Ahli IT: yg mana
Ahli IT: klo pake yg mysql db
Ahli IT: pas create
Ahli IT: lgsg jadi
Ahli IT: kaga ada masukin username ato passwor
Ahli IT: kaga ada masukin username ato password
Ahli IT: gimana caranya tao
Ahli IT: ??
Ahli IT: ><
DraCoola©: gemes banget saya
DraCoola©: ada jelas disitu
DraCoola©: create database sama user
DraCoola©: konsepnya gini :
DraCoola©: create database, trus create user. lalu kawinkan mreka
Ahli IT: huahuahua
Ahli IT: gemes ya pak
DraCoola©: banget
Ahli IT: kek mie rremes
Ahli IT: mana ada create user
Ahli IT: ?
Ahli IT: Oo
Ahli IT: maklum
Ahli IT: monitor gue kecil
DraCoola©: liat gambarnya please saya mohon
Ahli IT: ga keliatan di bwh
Ahli IT: bilang donk
Ahli IT: ><
DraCoola©: kan ada scroll nya ya Allah
DraCoola©: nda kliatan ada scroll nya?
Ahli IT: ahahahaha
Ahli IT: muuphkan saya
Ahli IT: ga bmksd
Ahli IT: ><
Ahli IT: klo gitu
Ahli IT: td ga perlu delete
DraCoola©: bukan masalah jagoan sql server ato bukan
Ahli IT: dbnya
DraCoola©: tapi lapangan
Ahli IT: tinggal kasi user ama pass
Ahli IT: ><
DraCoola©: yoa
DraCoola©: tinggal create user ama pass
Ahli IT: ><
Ahli IT: uda telat pak
Ahli IT: hrs bikin baru
DraCoola©: lalu sambungkan user ama pass tadi ke database nya
Ahli IT: wkwkwkwkwk
DraCoola©: cari monitor yg user friendly
DraCoola©: hehehehhehe
DraCoola©: database yg nda kepake bisa di del
DraCoola©: menu —> Add User To Database
Ahli IT: iya
DraCoola©: itu vital
DraCoola©: trus ntar impor database lokal ke server onlen ini
DraCoola©: via phpmyadmin
Ahli IT: iya pak
Ahli IT: lagi praktek ^^
DraCoola©: jangan lupa/males untuk nge set user ama pass nya database di file config mu
DraCoola©:
Ahli IT: iya pak ^^
Ahli IT: lg dicari file config nya
DraCoola©: amin amin
DraCoola©: dijamin PASTI nyambung
Ahli IT: amin
Ahli IT: ^^
Ahli IT: pasti nyambung
Ahli IT: klo ga..
Ahli IT: tenang aja pak
Ahli IT: bakal dicariin
Ahli IT: hehe
DraCoola©: ya asal bukan krn alasan cemen aja
DraCoola©: alasan males nyekrol
Ahli IT: cemen?
DraCoola©: cemen = remeh
Ahli IT: nyekrol?
DraCoola©: alasan remeh = males scroll layar
Ahli IT: yah..
Ahli IT: segitunya pak
DraCoola©: hehehhe
Ahli IT: kan ga smua org itu pintar n jago
Ahli IT: maklum lah
DraCoola©: ndak harus pintar dan jago. tapi yg harus adalah ndak males liat kalo layar di monitor bisa di scroll ke bawah lagi
Ahli IT: coba bandingan layar bapak ama gue
Ahli IT: gue punya cuuman 14″
DraCoola©: hehehhe
Ahli IT: ada ga ya
Ahli IT: ><
DraCoola©: ya brati harusnya dah terbiasa dunk jadi banyak scrolling akibat layar kecil ?
Ahli IT: gini lho pak
DraCoola©: saya pas pake pda juga akirnya jadi sering scroll krn layarnya kecil banget
Ahli IT: harusnya org skrg bikin sesuatu kek scroll itu harus dipertimbangkan lg
Ahli IT: soalnya ga smua org
Ahli IT: nengok kiri kanan
Ahli IT: lgsg liat yg terliat aja
Ahli IT: ><
DraCoola©: ga semua orang itu semoga aja minoritas banget
DraCoola©: berkaitan ama kemalasan saya rasa
DraCoola©: sbap yg lain bilang ada lagi dibawahnya bukan kerna mo nipu
DraCoola©: tapi berharap untuk diyakini bahwa di bawah layar ada lagi menu
Ahli IT: perasaan td pak dracoo ga bil
Ahli IT: liat ke bwh
Ahli IT: nah lho
DraCoola©: saya udah bilang kalo menu create user ada
DraCoola©: berarti ya memang ada
DraCoola©: tinggal Ahli IT aja males ato ndak nyarinya
Ahli IT: yah.. dicap males
DraCoola©: iya dunk
Ahli IT: org ga teliti
DraCoola©: saya dah dicap nipu soalnya
Ahli IT: beda lho
Ahli IT: ma males
DraCoola©: dibilang ada masi juga dibilang nda ada
Ahli IT: mo disurvey ga pak
Ahli IT: ??
DraCoola©: baikla. semoga lebih teliti lagi stelah ini
Ahli IT: gue ga ucapin kata “nipu” malah
Ahli IT: asumsi bpk sndiri itu
Ahli IT: ~_~
DraCoola©: “nipu” krn saya dianggap boong kalo tuh menu create user bener2 ada
Ahli IT: waduh pak..
Ahli IT: muuphkan aja dah pak
Ahli IT: cuape debatnya
DraCoola©: ho oh
Ahli IT: ><
DraCoola©: lain lebih teliti lagi
DraCoola©: dan mohon untuk percaya apa yg saya katakan
DraCoola©: jangan langsung ndak percaya mulu
DraCoola©: dan mendiskreditkan dracoola mulu
Ahli IT: percaya ><
Ahli IT: wadu pak.. klo blum kenal
Ahli IT: emank gue gitu pak
Ahli IT: ga percaya ama sapapun
DraCoola©: susah kita kenal akrapnya memang
DraCoola©: kerna pak mulu
Ahli IT: wkwkwkkwwk
DraCoola©: jadinya berjarak mulu
Ahli IT: iya dech diturunin dikit
Ahli IT: om
Ahli IT: drcoo
Ahli IT:
DraCoola©: sama aja. formal2 an akan bawa beban ndak loss di blakang
DraCoola©: itu yg coba saya hindari di support dracoola
DraCoola©: jadi biar user bisa sepuasnya nanya dengan enteng
Ahli IT: yah.. gpp lah
DraCoola©: ndak perlu berdasi rambut klimis ato pake blazer
Ahli IT: yg merasa bjarak itu kan bpk
Ahli IT: ops
DraCoola©: hehehhe
DraCoola©: terserah deh
Ahli IT: ^^
Ahli IT: anggap aja manggil pak itu sbg panggilan biasa aja
Ahli IT: ga usa anggap srius
Ahli IT: hehe
DraCoola©: ho oh
DraCoola©: dah mempan database?
Ahli IT: masi lg upload
Ahli IT: lama jg
DraCoola©: impor?
DraCoola©: database segede apa?
Ahli IT: wew
Ahli IT: error
Ahli IT: iya import
DraCoola©: error nya apa bunyinya?
Ahli IT: 700kb
Ahli IT: klo ga slh
Ahli IT: kelamaan upload
Ahli IT: ><
Ahli IT: Maximum execution time of 300 seconds exceeded in /usr/local/cpanel/base/3rdparty/phpMyAdmin/libraries/import/sql.php on line 118
DraCoola©: rto
DraCoola©: request time out
DraCoola©: itu krn koneksi
Ahli IT: ><
DraCoola©: coba kirim ke saya database nya
DraCoola©: saya bantu deh biar cepet ndak pusing lagi
Ahli IT: tp sebagian uda msk
Ahli IT: bukannya sama aja pak
DraCoola©: beda aja
Ahli IT: gue kirim ke bpk jg lama
DraCoola©: starone saya bisa diandelin
Ahli IT: ><
DraCoola©: di zip aja
Ahli IT: mslah inet gue pak
DraCoola©: di zip pake kompresan paling mampat
Ahli IT: uda dizip kan
Ahli IT: itu
Ahli IT: kan pas backup
Ahli IT: uda dlm zip
Ahli IT: .gz
Ahli IT: beda ama zip
DraCoola©: nama database nya apa
DraCoola©: biar saya drop smuanya saya ulang smua ngisinya
Ahli IT: xxxxnet_new
DraCoola©: ok
DraCoola©: tungguin ya
Ahli IT: oke
Ahli IT: oke thx ^^
Ahli IT: mo brb bntar
DraCoola©: oke
DraCoola©: kukabarkan via offline message aja ya
DraCoola©: brenti transfer file nya….
Ahli IT: wah.. blum ke donlod jg
DraCoola©: oh dah jalan lagi
DraCoola©: leled banget memang….
Ahli IT: tuh kan
Ahli IT: gawat
Ahli IT: hehe
Ahli IT: sabar ya pak
DraCoola©: ku drop ini yg new isinya
DraCoola©: kurang dikit lagi tuh file…
DraCoola©: duh
DraCoola©: ho oh
Ahli IT: iya
Ahli IT: gue punya disini bhenti soalnya
Ahli IT: ><
Ahli IT: gimana
Ahli IT: gue send ulang
Ahli IT: ??
DraCoola©: tinggal dikit yg atas
You have received 1 file from Ahli IT.
new.sql
Open (Alt+Shift+O)

Ahli IT: uda ya
DraCoola©: sip dah slese
DraCoola©: saya impor nya
Ahli IT: ^^
Ahli IT: akhirnya
Ahli IT: gimana?
DraCoola©: mending ekspor lagi dari lokal
DraCoola©: kek nya seret banget
DraCoola©: di model .zip aja
Ahli IT: knp
DraCoola©: .tar.gz kok disini jadinya tetep .sql
DraCoola©: jadinya super gemuk tetep
DraCoola©: ekspor as zip aja coba
DraCoola©: lalu bawa kesini lagi
Ahli IT: bntar
Ahli IT: tetap .sql.zip
Ahli IT: alow
Ahli IT: gue coba upload satu” aja
Ahli IT: klo ga bisa pak
DraCoola©: lelet banget memang
DraCoola©: nda ketrima2 disini
Ahli IT: sisanya aja
Ahli IT: gue upload satu”
Ahli IT: keknya ga pp
Ahli IT: thx ya pak draco ^^
DraCoola©: hisk…
DraCoola©: iya deh bu…
DraCoola©: smoga sagses yah
Ahli IT: oke
Ahli IT: om dracoo
Ahli IT: mo nanya donk
DraCoola©: yoa buuu
Ahli IT: gini lho
Ahli IT: gue kan mo bikin subdomain
Ahli IT: misalnya a.xxxx.net
Ahli IT: trus kan di root nya jadi /public_html/a
Ahli IT: tp koq ga jalan ya
Ahli IT: a = nama folder
Ahli IT: tp klo gue ketik www.xxxx.net/a
Ahli IT: dia jalan
Ahli IT: klo pake a.xxxx.net
Ahli IT: http: // a. xxxx.net
Ahli IT: ga mo
Ahli IT: knp ya
Ahli IT: maklum .. gaptek cpanel
DraCoola©: kuintipnya
Ahli IT: oke
DraCoola©: fave .xxxx.net /public_html/fave not redirected Manage Redirection Remove
forum .xxxx.net /public_html/forum not redirected Manage Redirection Remove
forumxxxx .xxxx.net /public_html/forumxxxx not redirected Manage Redirection Remove

DraCoola©: nda ada a.xxxx.net
Ahli IT: itu kan contoh
Ahli IT: mksd gue fave
Ahli IT: ><
DraCoola©: bisa diakses
Ahli IT: masa
Ahli IT: knp pas di gue
Ahli IT: slalu ga bisa
Ahli IT: ><
Ahli IT: ga bisa
Ahli IT: coba http://fave.xxxx.net
Ahli IT: kaga mo
Ahli IT: pake link yg mana
Ahli IT: klo www.xxxx.net/fave
Ahli IT: emank bisa
DraCoola©: pake link http://fave.xxxx.net
Ahli IT: klo fave.xxxx.net –> ga mo ke buka
DraCoola©: liat alamatnya di screen shoot saya
Ahli IT: ga mo koq di gue
DraCoola©: buka www.hidemyass.com
You have sent 1 photo to Ahli IT.
bisa.jpg

Ahli IT: knp di gue ga bisa ya
DraCoola©: indonet?
DraCoola©: buka www.hidemyass.com
Ahli IT: ga mgkn
DraCoola©: kenapa saya mungkin?
DraCoola©: buka www.hidemyass.com
DraCoola©: buka www.hidemyass.com
DraCoola©: buka www.hidemyass.com
Ahli IT: gue lg pake firefox koq
DraCoola©: lalu akses http://fave.xxxx.net dari situ
Ahli IT: ya kaga bisa
DraCoola©: buka www.hidemyass.com
DraCoola©: lalu akses http://fave.xxxx.net dari situ
DraCoola©: saya yakin pasti masih belum dilakuin
Ahli IT: akses gimana
Ahli IT: hide my ass
DraCoola©: yakin 100%
DraCoola©: buka www.hidemyass.com
DraCoola©: lalu akses http://fave.xxxx.net dari situ
Ahli IT: uda
Ahli IT: masukkin link
DraCoola©: yoa
Ahli IT: di?
DraCoola©: di punggung?
Ahli IT: astaga
Ahli IT: mksdnya
Ahli IT: ><
Ahli IT: lg bingung beneran
Ahli IT: itu web buat apa
DraCoola©: itu weeb buat proxy
DraCoola©: saya capture nya
You have sent 1 photo to Ahli IT.
caranya.jpg

Ahli IT: uda pak
Ahli IT: ><
DraCoola©: sebaiknya diputusin aja itu indonet
DraCoola©: menyiksa orang banget
Ahli IT: kaga ada apa”
Ahli IT: kembali spt smula
Ahli IT: wew
Ahli IT: yg marah koq malah pak dracoo
Ahli IT: ><
Ahli IT: yg make kan gue
Ahli IT: sabar sabar pak
DraCoola©: sbap permasalahan slalu munculnya dari koneksi yg abnormal
DraCoola©: andai koneksi normal, ndak ada semua permasalahan ini
Ahli IT: wew
DraCoola©: DraCoola©: sher
DraCoola©: coba buka http://fave.xxxx.net
glossy blingz: uda
DraCoola©: bisa?
glossy blingz: bisa
DraCoola©: dia lokasinya jakarta
DraCoola©: DraCoola©: anu
DraCoola©: aku titip bukak iku —> coba buka http://fave.xxxx.net
DraCoola©: iso ndak
Bojone Dracool: sek
Bojone Dracool: iso
Bojone Dracool: 1 secs
DraCoola©: dia lokasinya malang
Ahli IT: ya
Ahli IT: ><
DraCoola©: DraCoola©: bro.. sekalian titip akses itu bisa ndak —> coba buka http://fave.xxxx.net
ughie: bentar ughie buka bro
DraCoola©: sip bro
DraCoola©: kutunggu
ughie: bro untuk web hostingnya gi mana?
DraCoola©: bro..
DraCoola©: mohon sekali ini aja tolong saya
ughie: ok
DraCoola©: alamat di atas bisa ndak dibuka? ini penting sekali
ughie: bisa
DraCoola©: dia lokasinya di papua
DraCoola©: lalu???????????
DraCoola©: cuma bu mar yg ndak bisa!
DraCoola©: coba di pm smua orang2 itu
DraCoola©: nick/id ym nya sama percis ama yg saya paste
Ahli IT: ya pak
DraCoola©: koneksinya bu mar mohon diganti
DraCoola©: saya mohon dengan amat sangat
Ahli IT: ya pak
Ahli IT: saran ditrima
DraCoola©: indonet busuk sekali kualitas nya bu
Ahli IT: tp tidak skrg
Ahli IT: ><
DraCoola©: DraCoola©: alamat di atas bisa ndak dibuka? ini penting sekali
ughie: bisa
ughie: knapa emang?
ughie: mau ugie copasin ?
ughie: kata2nya
ughie: ?
Ahli IT: iya pak
DraCoola©: internet papua aja bisa buka bu mar
Ahli IT: ><
Ahli IT: sabar ya
DraCoola©: masa indonet yg di ibukota nda bisa buka…
DraCoola©: ibukota DKI jkt
Ahli IT: sapa tao browser nya pak
Ahli IT: muuph ganggu
Ahli IT: ><
DraCoola©: he eh
DraCoola©: silahkan dicoba lagi
DraCoola©: saya yakin koneksinya
DraCoola©: browser apa kata koneksi
Ahli IT: keknya koneksi pak
Ahli IT: thx ya ^^

Dari hasil diatas, bisa disimpulkan bahwa Ahli IT (ngakunya), yang sekolah dibidang itu, dapet gelar dibidangitu dan bekerja dibidang itu, mestinya familiar dengan mysql, phpMyAdmin, namun sebaliknya CSO yang ngajarin penggunaannya.

Menuduh Internet Browser sebagai biang tidak bisa kebukanya sebuah website, sedangkan browser tadi diasumsikan dalam kondisi default setting.

Bagaimana nasib perusahaan tersebut yang mempekerjakan ahli dibidangnya? apa sistem penyaringan pegawai hanya dilihat dari ijazah?.

Sebagai pelajaran, jangan hanya menilai sesorang dari gelar. praksis adalah nomer satu.

Posted in Social CritiqueComments (5)

Apakah Anarkisme Itu?


anarkisMasyarakat modern berpotensi menghadapi tiga krisis krusial yaitu (1) Kehancuran sosial, sebuah istilah lain dari meningkatnya angka kemiskinan, gelandangan, kejahatan, kekerasan, keterasingan, penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol, kelesuan politik, dehumanisasi, hilangnya sifat tolong menolong antar sesama, dsb. (2) kerusakan ekosistem dan (3) berkembangnya mesin pembunuh massal, termasuk senjata nuklir.

Opini kaum ortodoks, yang termasuk di dalamnya media mainstream, dan politisi menganggap bahwa masing-masing krisis tersebut tidak berhubungan, masing-masing krisis tersebut memiliki penyebab sendiri. Kenyataannya pernyataan kaum ortodoks ini tidak bisa terbukti setelah masalah-masalah tersebut semakin memburuk. Jika jalan penyelesaian yang lebih baik tidak segera ditempuh, maka kita akan menghadapi bencana yang sudah jelas terpampang didepan mata. Begitu pula dengan perang besar-besaran dan kehancuran ekologis, atau kriminalitas akibat urbanisasi berlebih dan atau semua masalah tersebut.

Anarkisme menawarkan jalan keluar yang masuk akal untuk menghadapi krisis-krisis tersebut dengan mencari titik pusat penyelesaian. Titik pusat tersebut adalah wewenang hirarkis yang mendasari institusi besar masyarakat “beradab”, apapun itu kapitalis atau “komunis”. Oleh karenanya analisa anarkis diawali dengan fakta bahwa semua institusi utama di negara kita merupakan bentuk hirarki, misalnya birokrasi pemerintah, tentara, partai politik, organisasi-organisasi keagamaan, universitas dan sebagainya. Inilah yang kemudian menunjukan bagaimana hubungan autoritarian yang melekat pada bentuk hirarki semacam itu secara negatif mempengaruhi tiap individu, masyarakat dan budaya.

Anarkisme adalah sebagai bentuk kritik dari sebuah bentuk masyarakat modern yang banyak negatif dan destruktifnya. Dengan kata lain, Anarkisme adalah sebuah jalan untuk menciptakan masyarakat modern berdasarkan kesadaran masing-masing individu dengan keahliannya masing-masing untuk bekerja sama membangun sebuah sistem sosial yang baru, yang menghancurkan sebuah sistim hirarkis kekuasaan “dari atas kebawah”.

Posted in Social CritiqueComments (1)

Cara Kerja Diktator (ABC of Anarchism Section 18)


Melengkapi penguasaan Bolshevik atas sebuah negara dengan populasi 140 juta, dengan nama Diktator Proletariat, satu organisasi politik, Partai Komunis menjadi pemerintah absolut di Rusia. Diktator Proletariat bukanlah kediktatoran oleh kaum proletar. Jutaan rakyat tidak menjadi diktator. Tidak juga ribuan anggota partai bisa menjadi diktator. Berdasarkan wataknya kediktatoran terbatas pada beberapa orang. Semakin sedikit mereka, maka semakin kuat dan semakin menyatulah kediktatoran. Dalam praktek sesungguhnya diktator selalu berada dalam kekuasaan satu orang. Orang yang kuat itulah yang akan mengabulkan jumlah anggota persekongkolannya, tidak lain halnya dengan kaum Bolshevik.

Diktator sebenarnya adalah bukan proletariat, juga bukan Partai Komunis. Secara teori kekuasaan berada pada Komite Sentral partai, namun nyatanya dimiliki oleh lingkaran kecil dalam komite tersebut yang dikenal sebagai “Polit Biro”, sama halnya dengan Mussolini misalnya, dan bukan Partai Fasisnya adalah diktator di Italia. Itu merupakan pandangan dan ide yang digunakan Lenin sejak awal lahirnya Bolshevik sampai akhir hayatnya; dibawa ketika semua partai menentang opininya, begitu juga ketika Komite Sentral dengan sengit menentang usulannya.

Pada penjelasan pertama mereka, ketika Lenin terlihat selalu menang, kehendaknya akan selalu dituruti. Begitupun dalam setiap masa kritis dalam sejara politik Bolshevik. Hal ini tidak mungkin membantu sebab diktator selalu bermakna dominasi oleh personal terkuat, dengan supremasi kehendak tunggal.

Selama sejarah Partai Komunis, seluruh kediktatoran tidak dapat disangkal menunjukkan hal yang sama. Tulisan-tulisan kaum Bolshevik menunjukkan hal itu. Berikut ini cukup bukti untuk ditunjukkan selain beberapa peristiwa penting yang membenarkan pendapat saya.

Pada bulan Maret 1917, ketika Lenin kembali dari pengasingan di Switzerland, Komite Sentral memutuskan untuk memasuki koalisi pemerintahan yang dibentuk pasca penggulingan rezim Tsar. Lenin menentang kerjasama dengan Borjuasi dan golongan Menshevik yang pada saat itu ada dalam pemerintahan. Namun meskipun demikian Partai masih tetap bersikukuh dengan keputusannya dan Lenin sendirian dalam oposisi namun diselamatkan oleh wibawanya. Komite Sentral berubah pendapat dan beralih memihak Lenin.

Selanjutnya, bulan Juli 1917, Lenin menyerukan revolusi secepatnya menentang Pemerintahan Kerensky. Usulnya dikecam oleh banyak orang termasuk kawan-kawannya sendiri dan dianggap gegabah dan kriminal. Namun lagi, Lenin menang, meskipun di kubu Zinoviev, Kamenev, dan golongan kaum Bolshevik lain yang berpengaruh menolak rencana itu dan mengundurkan diri dari partai. Secara tiba-tiba, Putsch (percobaan penggulingan Kerensky) mengalami kegagalan dan mengorbankan banyak nyawa buruh.

Teror merah yang dimulai Lenin segera setelah dia berkuasa pasca Revolusi Oktober, mengkhianati kawan seperjuangannya tanpa alasan dan dikatakan sebagai pengkhianat revolusi. Namun untuk dendam protes para pejabat yang aktif dan anggota partai yang berpengaruh, Lenin mempunyai cara sendiri.

Selama Brest-Litovsk, lagi-lagi Lenin bersikeras untuk “perdamaian bersyarat” dengan Jerman, sementara Trostsky, Radek, dan pemimpin penting Bolshevik yang lain menentang syarat-syarat Kaiser yang dinilai merendahkan dan merusak. Sekali lagi Lenin berhasil.

“Kebijakan ekonomi baru” (the ”nep”) disampaikan Lenin pada partainya selama peristiwa Kronstadt ditentang Komite Sentral karena dianggap mementahkan hasil perjuangan revolusioner dan serangan kematian bagi komunis. Sesungguhnya itu adalah pemutarbalikan pemahaman revolusi dan kembali pada situasi awal perubahan besar bulan Oktober. Namun kehendak Lenin tetap dilaksanakan dan diambil sebagai keputusan dalam kongres Komunis IX yang diadakan di Moskow pada bulan Maret 1921.

Seperti yang telah diketahui, yang dianggap kediktatoran proletariat adalah kediktatoran Lenin.ia memerintah Politbiro, Politbiro ke Komite Sentral, Komite Sentral ke partai, partai ke proletariat dan seluruh rakyat. Populasi Rusia terhitung lebih dari ratusan juta; Partai Komunis memiliki kurang dari empat puluh ribu anggota; Komite Sentral beberapa kodi; Politbiro terhitung sekitar selusin; dan Lenin hanya satu. Tapi yang satu itu adalah diktator bagi kaum proletar.

Rusia adalah negara yang luas, membentang lebih dari separuh Eropa dan sebagian lagi di Asia yang dihuni oleh berbagai macam ras dan memiliki bahasa nasional yang berbeda-beda dengan berbagai tipikal psikologis, berbagai kepentingan dan pandangan hidup. Kita tahu apa yang telah terjadi dalam kediktatoran Tsar di negeri itu. Sekarang marilah kita lihat bagaimana kediktatoran “proletariat” berkuasa. Setelah lebih dari satu dekade pemerintahan Bolshevik di Rusia, kita bisa membuat perkiraan tentang dampak dan hasil yang telah dicapai. Mari kita hitung.

Secara politik tujuan revolusi adalah menghancurkan pemerintahan tirani dan penindasan untuk membebaskan rakyat. Pemerintahan Bolshevik adalah yang paling sewenang-wenang* The revolt of the Kronstadt sailors in March, 1921.(lihat The Kronstadt Rebellion, oleh penulis.)

Di Eropa, dengan perkecualian pemerintahan fasis Italia. Warga negara tidak punya hak yang mana pemerintah punya batasan untuk menghargai. Partai Komunis adalah monopoli politik, menganggap partai-partai dan gerakan-gerakan lain tidak sah. Tidak mengenal perlindungan pribadi dan tempat tinggal. Tidak ada kemerdekaan berpendapat dan pers. Meskipun di dalam partai ada sedikit perbedaan pendapat segera ditangkap dan dihukum penjara atau diasingkan. Seperti halnya nasib Trotsky dan para oposisi pengikutnya. Hak beropini tidak ditoleransi. Dibentuknya G.P.U, agen rahasia yang dikenal dengan Tcheka, adalah pemerintah luarbiasa dengan kewenangan kekuasaan tak terbatas atas kebebasan dan kehidupan rakyat. Hanya sebagian kecil mereka yang berada dalam partai dominan yang menikmati kebebasan dan hak istimewa. Namun juga “kebebasan” dibawah despotik terburuk: jika tidak ada yang bisa kamu katakan maka kamu benar-benar bebas untuk mengatakannya meskipun di tanah Mussolini. Seperti anggota terkemuka kongres komunis sebelumnya mengatakan, “masih ada ruang bagi seluruh partai politik di Rusia: Partai Komunis di pemerintahan, yang lain di penjara”

Tujuan dasar dari revolusi secara ekonomi adalah menghancurkan kapitalisme dan menciptakan Komunisme dan kesetaraan.

Kediktatoran Bolshevik diawali dengan membangun sistem upah yang tidak adil dan pembedaan ganjaran, diakhiri dengan mengenalkan kembali kepemilikan kapitalistik setelah dihancurkan oleh gerakan proletariat industri dan agraria. Hingga saat ini Rusia sebagian menjadi negeri kapitalistik dan sebagian privat kapitalistik.

Kediktatoran dan teror merah yang dilakukan terbukti sebagai faktor utama yang melumpuhkan kehidupan ekonomi negara. Kecongkakan Bolshevik menimbulkan kebencian rakyat. Kekejamannya mebuat massa sakit hati. Penindasan atas segala kemerdekaan mencabut elemen terbaik revolusi dan membuat mereka merasa hal itu menjadi urusan pribadi partai politik yang berkuasa. Menghadapi tirani baru sebagai ganti menanti kebebasan. Kaum buruh telah patah hati. mereka merasa hasil kerja revolusioner mereka telah direbut dan digunakan sebagai senjata untuk melawan mereka sendiri dan aspirasi mereka. Kaum proletariat melihat komite pabriknya tunduk pada tekanan Partai Komunis tidka berdaya untuk melindungi kepentingan mereka sebagai pekerja. Serikat buruh menjadi penyambung lidah dan pemancar bagi perintah Bolshevik dan kehilangan suaranya, tidak hanya dalam manajemen industri juga di pabriknya sendiri kerja dalam jam yang lama dengan upah rendah. Kaum pekerja akhirnya sadar bahwa revolusi sudah dirampas dari tangan mereka, soviet telah dikebiri segala kekuatannya, dan negara telah diatur oleh beberapa orang nun jauh di Kremlin sana, sama halnya saat kekuasaan Tsar. Tersingkir dari aktifitas kreatif dan revolusioner, hidup hanya mematuhi tuan baru, senantiasa dilecehkan kaum Bolshevik dan orang-orang Tcheka, dan dalam ketakutan protes terakhir selalu diakhiri dalam penjara atau hukuman mati, kaum pekerja menjadi sakit hati pada revolusi, meninggalkan pabrik dan mencari desa sejauh mungkin menghindari petugas yang ditakuti dan pada jatah roti terakhirnya. Hal ini akhirnya menghancurkan industri negara.

Posted in Social CritiqueComments (0)

Arogansi Nasionalis


Sumber:
Detik.com

Pemuda Pancasila Sweeping Warga yang Tak Hafal Pancasila

Rhyma S – DetikSurabaya

Jember – Pengurus Pemuda Pancasila (PP) Jember mempunyai cara unik dalam memperingati hari lahirnya Pancasila, Minggu (1/6/2008). Di sekitar alun-alun Jember, sejumlah pengurus PP menggelar sweeping.

Bagi warga yang ditemui pengurus PP, mereka diminta untuk melafalkan 5 butir Pancasila. Dari beberapa yang mereka sweeping, ternyata ada yang tidak hafal Pancasila.

Para tukang becak, pedagang kaki lima serta beberapa pejalan kaki sebagian besar tidak hafal sila kedua dan ketiga. “Waduh lupa yang sila keduanya,” kata Jono, PKL yang mangkal di alun-alun.

Bagi mereka yang tidak hafal, para pengurus PP menghukum mereka dengan menyuruhnya menghormat kepada bendera merah putih yang dibawa oleh seorang pengurus.

“Aksi ini sebagai bentuk penghargaan kepada Pancasila. Ternyata banyak warga yang tidak hafal dengan sila-sila pancasila,” ujar Ketua PP Jember, A Aris Ismail.

Selain menggelar sweeping, pengurus PP juga mengadakan upacara bendera di dan membagikan sembako bagi warga kurang mampu di sekitar Alun-alun Jember. (fat/fat)

berikut juga komentar2 nya:

dul, emang udah jaminan kalo hapal pancasila hidup di indonesia ini semakin sejahtera. enak aja, tuh yang kebanyakan korupsi, kolusi dll setahuku juga hapal pancasila

dya, emng penting gt ngapalin pancasila wakakakakak…..ogah gw mah

mokod, berani2nya preman perempatan jalan sweeping2 masyarakat, dimana2 juga yang gabung sama PP bromocorah yang nga ada kerjaan, bukan hafal pancasila, pengamalan dan praktek, beginilah, kalau menterjemahkan nasionalis secara dangkal…..organisasi beginian yg musti dibubarkan ,FPI dll…

The Truth, Daripada ganggu warga, lebih baik sweeping FPI yg jelas2 anti-Pancasila dan anti-NKRI

dea, lagi lagi aksi sok dan arogan… emank PP siapa bisa menghukum orang begitu ?? lo ada tanyain ke bokap lo ga ? apal ga dia ? ada lo hukum hormat tiang bendera depan umum ga ? organisasi2 seperti ini heran kok pemerintah diam aja ya.

Saputra, Apa bedanya sama FPI? Satu ISLAM keblinger, yang ini KEBANGSAAN kebablasan…

adi, Jangan main hukum lah, kasi tau saja mereka. Mereka tidak hapal tapi belum tentu tindakan kesehariannya tidak sesuai dengan Panca Sila. Banyak orang beragama, tapi tindakannya tidak mencerminkan orang beragama. Hari lahir Panca Sila atau bahkan setiap hari harus diisi dengan tindakan yang mengasihi rakyat Indonesia. Jangan arogan !

Arifin, Pemimpin dan warga negara RI lucu2.

sweeping, wah-wah sekarang ini banyak sekali orang -kelompok berkelakuan liar melakukan sweeping terhadap orang lain dimna kau para penegak hukum? masalah hafal atau tidak itu bukan sesuatu yang penting yang penting itu nilainya kalau yang lima sila itu bisa dong dibaca kenapa harus dihafal? arogansi selalu didahulukan.

Gimana dengan komentarmu?

Posted in Social CritiqueComments (1)

Related Sites

Advertise Here