<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Resureksi &#187; Social Critique</title>
	<atom:link href="http://resureksi.com/category/education/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://resureksi.com</link>
	<description>Ressurrection</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Jul 2008 23:54:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2</generator>
		<item>
		<title>Anarkisme dan Islam</title>
		<link>http://resureksi.com/education/anarkisme-dan-islam/</link>
		<comments>http://resureksi.com/education/anarkisme-dan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 03:06:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Critique]]></category>
		<category><![CDATA[anarchism]]></category>
		<category><![CDATA[anarchist]]></category>
		<category><![CDATA[anarchy]]></category>
		<category><![CDATA[anarkis]]></category>
		<category><![CDATA[charter]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[moslem]]></category>
		<category><![CDATA[narkisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://resureksi.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Mengutip dari Wikipedia Dalam agama Islam, kelompok anarkisme melakukan interpretasi terhadap konsep bahwa Islam adalah agama yang bercirikan penyerahan total terhadap Allah (bahasa Arab all?hu ????), yang berarti menolak peran otoritas manusia dalam bentuk apapun. Anarkis-Islam menyatakan bahwa hanya Allah yang mempunyai otoritas di bumi ini serta menolak ketaatan terhadap otoritas manusia dalam bentuk fatwa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengutip dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anarki">Wikipedia</a><br />
Dalam agama Islam, kelompok anarkisme melakukan interpretasi terhadap konsep bahwa Islam adalah <a class="thickbox" title="symbol of anarchy" href="http://resureksi.com/wp/wp-content/gallery/pictures/anarchy-symbol.png"><img class="ngg-singlepic ngg-left" src="http://resureksi.com/wp/wp-content/gallery/pictures/thumbs/thumbs_anarchy-symbol.png" alt="anarchy-symbol.png" /></a>agama yang bercirikan penyerahan total terhadap Allah (bahasa Arab all?hu ????), yang berarti menolak peran otoritas manusia dalam bentuk apapun. Anarkis-Islam menyatakan bahwa hanya Allah yang mempunyai otoritas di bumi ini serta menolak ketaatan terhadap otoritas manusia dalam bentuk fatwa atau imam. Hal ini merupakan elaborasi atas konsep “tiada pemaksaan dalam beragama”. Konsep anarkisme-islam kemudian berkembang menjadi konsep-konsep lainnya yang mempunyai kemiripan dengan ideologi sosialis seperti pandangan terhadap hak milik, penolakan terhadap riba, penolakan terhadap kekerasan dan mengutamakan self-defense, dan lain-lain. Kelompok-kelompok dalam Islam yang sering diasosiasikan dengan anarkisme antara lain : Sufisme dan Kelompok Hashshashin.<br />
Salah seorang tokoh muslim anarkis yang berpengaruh yaitu Peter Lamborn Wilson, yang selalu menggunakan nama pena Hakim Bey. Dia mengkombinasikan ajaran sufisme dan neo-pagan dengan anarkisme dan situasionisme. Dia juga merupakan seorang yang terkenal dengan konsepnya Temporary Autonomus Zones.<br />
<strong>Yakoub Islam</strong>, seorang anarkis muslim, <strong>pada 25 Juni 2005</strong> mempublikasikan <strong>Moslem Anarchist Charter</strong> (Piagam Muslim Anarkis), yang berbunyi :</p>
<blockquote><p>Tiada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusannya;<br />
Tujuan dari hidup ialah untuk membangun sebuah hubungan kasih yang damai dengan Yang Maha Esa melalui pemahaman untuk bertindak sesuai ajaran, wahyu, serta tanda-tandanya di dalam Penciptaannya juga hati manusia;<br />
Demi tujuan seperti itu kita harus memiliki komitmen yang kuat untuk mempelajarinya dengan kehendak hati yang bebas, dan secara sadar menolak setiap bentuk kompromi dengan institusi kekuasaan, entah dalam bentukbnya yang yuridis, relijius, sosial, korporatik maupun politis;<br />
Demi tujuan seperti itu kita harus aktif di dalam kegiatan merealisasikan keadilan yang bertujuan untuk membangun sebuah komunitas-komunitas dan masyarakat dimana pembangunan jiwa yang spiritual tidak terbatasi lagi oleh kemiskinan, tirani, dan ketidakpedulian.</p>
<p><strong>Muslim Anarchist Charter menolak:<br />
Kekuatan fasis yang bertujuan untuk memapankan kebenaran tunggal yang absolut, termasuk patriarki, kerajaan, dan kapitalisme.</strong></p></blockquote>
<p>Setelah baca tulisan diatas itu, jadi ingat komik &#8220;Daging Tumbuh&#8221; yang entah pada edisi berapa, pernah mengangkat cerita superhero yang berwujud seekor babi. Superhero ini adalah sosok pahlawan dengan segala perilaku kepahlawanannya, antara lain: membela yang lemah, menegakkan keadilan, dan membasmi kejahatan. Ditambah lagi dengan sikap religiusnya, superhero tersebut beragama islam. Karena merasa sudah islam, meskipun dia seekor babi, maka dia menyatakan dirinya tidak lagi najis karena biarpun dia adalah babi yang dalam islam adalah termasuk binatang haram dan najis, namun dia seekor babi muslim. Makin lama sikap superioritasnya makin menjadi, hingga dia merasa menjadi yang paling islam diantara yang islam, meskipun sekelilingnya tetap menganggap dia adalah seekor babi. Tentunya sekelilingnya juga menganggap bahwa dia adalah yang paling babi diantara babi. Sayangnya di komik ini tidak diceritakan klimaksnya, sebab hingga akhir cerita, sang babi muslim superhero ini tetap menjalankan tugasnya berjihad di jalan Allah, dan menganggap muslim yang berbeda dengan dia adalah bukan golongan muslim karena cuma dialah satu-satunya babi muslim di dunia. Baru sadar juga ternyata ada juga sekelompok manusia yang pengen jadi seperti itu <img src='http://resureksi.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga pengertian dan pemahaman tentang anarkisme yang mengakar dalam otak dan pola pikir masyakat  berubah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://resureksi.com/education/anarkisme-dan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>What Is Anarchism?</title>
		<link>http://resureksi.com/education/what-is-anarchism/</link>
		<comments>http://resureksi.com/education/what-is-anarchism/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 10:53:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Critique]]></category>
		<category><![CDATA[anarchism]]></category>
		<category><![CDATA[critique]]></category>
		<category><![CDATA[politics]]></category>
		<category><![CDATA[social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://resureksi.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[I consider anarchism the most rational and practical conception of a social life m freedom and harmony. I am convinced that its realization is a certainty in the course of human development. The time of that realization will depend on two factors: first, on how soon existing conditions will grow spiritually and physically unbearable to [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>I consider anarchism the most rational and practical conception of a social life m freedom and harmony. I am convinced that its realization is a certainty in the course of human development.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>The time of that realization will depend on two factors: first, on how soon existing conditions will grow spiritually and physically unbearable to considerable portions of mankind, particularly to the laboring classes; and, secondly, on the degree in which Anarchist views will become understood and accepted.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>Our social institutions are founded on certain ideas; as long as the latter are generally believed, the institutions built on them are safe. Government remains strong because people think political authority and legal compulsion necessary. Capitalism will continue as long as such an economic system is considered adequate and just. The weakening of the ideas which support the evil and oppressive present-day conditions means the ultimate breakdown of government and capitalism. Progress consists in abolishing what man has outlived and substituting in its place a more suitable environment.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>It must be evident even to the casual observer that society is undergoing a radical change in its fundamental conceptions. The World War and the Russian Revolution are the main causes of it. The war has unmasked the vicious character of capitalist competition and the murderous incompetency of governments to settle quarrels among radons, or rather among the ruling financial cliques. It is because the people are losing faith in the old methods that the Great Powers are now compelled to discuss limitation of armaments and even the outlawing of war. It is not so long ago that the very suggestion of such a possibility met with utmost scorn and ridicule.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>Similarly is breaking down the belief in other established institutions. Capitalism still &#8216;works&#8217;, but doubt about its expediency and justice is gnawing at the heart of ever-widening social circles. The Russian Revolution has broadcasted ideas and feelings that are undermining capitalist society, particularly its economic bases and the sanctity of private ownership of the means of social existence. For not only in Russia did the October change take place: it has influenced the masses throughout the world. The cherished superstition that what exists is permanent has been shaken beyond recovery.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>The war, the Russian Revolution, and the post-war developments have combined also to disillusion vast numbers about Socialism. It is literally true that, like Christianity, Socialism has conquered the world by defeating itself. The Socialist parties now run or help to run most of the European governments, but the people do not believe any more that they are different from other bourgeois regimes. They feel that Socialism has failed and is bankrupt.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>In like manner have the Bolsheviks proven that Marxian dogma and Leninist principles can lead only to dictatorship and reaction.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>To the Anarchists there is nothing surprising in all this. They have always claimed that the State is destructive to individual liberty and social harmony, and that only the abolition of coercive authority and material inequality can solve our political, economic and national problems. But their arguments, though based on the age-long experience of man, seemed mere theory to the present generation, until the events of the last two decades have demonstrated in actual life the truth of the Anarchist position.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>The breakdown of Socialism and of Bolshevism has cleared the way for Anarchism.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>There is considerable literature on Anarchism, but most of its larger works were written before the World War. The experience of the recent past has been vital and has made certain revisions necessary in the Anarchist attitude and argumentation. Though the basic propositions remain the same, some modifications of practical application are dictated by the facts of current history. The lessons of the Russian Revolution in particular call for a new approach to various important problems, chief among them the character and activities of the social revolution.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>Furthermore, Anarchist books, with few exceptions, are not accessible to the understanding of the average reader. It is the common failing of most works dealing with social questions that they are written on the assumption that the reader is already familiar to a considerable extent with the subject, which is genera By not the case at ale As a result there are very few books treating of social problems in a sufficiently simple sad intelligible manner.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>For the above reason I consider a restatement of the Anarchist position very much needed at this time &#8211; a restatement in the plainest and clearest terms which can be understood by every one. That is, an ABC of Anarchism.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span> </span>With that object in view the following pages have been written.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Paris,1928.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://resureksi.com/education/what-is-anarchism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerja Cuma Modal Gelar? Tanpa Skill? Bisa Banget!!!</title>
		<link>http://resureksi.com/education/kerja-cuma-modal-gelar-tanpa-skill-bisa-banget/</link>
		<comments>http://resureksi.com/education/kerja-cuma-modal-gelar-tanpa-skill-bisa-banget/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 16:39:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Critique]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://resureksi.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata betul kalo ada orang bilang, sekolah buat cari ijazah, skill itu urusan nomer 668. Terbukti juga bahwasanya gelar tidak selalu mencerminkan keahlian seseorang, meskipun gelar yang dimiliki adalah berdasarkan sekolah dalam lingkup keahlian yang sama. Tidak sedikit disini seorang yang bekerja tidak berdasarkan gelar yang dimilikinya, namun sesuai dengan skill yang dimiliki meskipun diperoleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata betul kalo ada orang bilang, sekolah buat cari ijazah, skill itu urusan nomer 668. Terbukti juga bahwasanya gelar tidak selalu mencerminkan keahlian seseorang, meskipun gelar yang dimiliki adalah berdasarkan sekolah dalam lingkup keahlian yang sama. Tidak sedikit disini seorang yang bekerja tidak berdasarkan gelar yang dimilikinya, namun sesuai dengan skill yang dimiliki meskipun diperoleh secara non-formal, semisal: sarjana hukum berujung dengan menjadi seorang sopir angkot, Insinyur teknik menjadi seorang salesman, serta jebolan Sosiologi menjadi teknisi handphone.</p>
<p>Memang sebenarnya sudah bukan rahasia kalau Ijazah sebagai biang utama untuk mendapatkan pekerjaan. Para pegawai negeri berbondong-bondong untuk berburu ijazah, entah itu aspal atau ijazah kilat atau sekolah asal bayar lulus, agar dapat ijazah dan dapat menaikkan golongan kepegawaiannya. Sebenarnya bukan cuma pegawai negeri, pegawai perusahaan swasta pun tidak jauh beda.</p>
<p>Namun apa yang akan terjadi jika sebuah perusahaan maupun institusi yang mempekerjakan seseorang yang hanya dilihat dari gelarnya saja tanpa melihat skill yang dimiliki? Bahkan akan lebih mengenaskan lagi apabila sebuah perusahaan yang berkoar &#8220;Perusahaan X, adalah perusahaan spesialis &#8220;anu&#8221;. Solusi &#8220;anu&#8221; terbaik untuk anda&#8221;, namun perusahaan itu mempekerjakan seorang berijazah spesialis &#8220;anu&#8221; tapi secara praksis, skillnya dibidang &#8220;anu&#8221; adala NOL BESAR?!?!!. Jelasnya adalah pertama, pegawai tersebut makan gaji buta, sebap keahliannya dibidang &#8220;anu&#8221; adalah NIHIL. Kedua, bagaimana nasib klien perusahaan tersebut?!?? yang jelas adalah sebuah kebohongan publik yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Bukan hanya klien yang dirugikan, namun juga perusahaan tersebut juga dirugikan.</p>
<p>berikut ini ada beberapa cuplikan percakapan seorang DraCoola© &#8211;&gt; Costumer Service Online (CSO), dengan seorang yang mengaku sebagai pegawai bidang IT disebuah perusahaan.</p>
<p><strong>Ahli IT:</strong> alow<br />
<strong>Ahli IT:</strong> pak dracoo<br />
<strong>Ahli IT:</strong> alow<br />
<strong>DraCoola©:</strong> oi oi<br />
<strong>DraCoola©:</strong> sore buuuu<br />
<strong>DraCoola©:</strong> mempan upload nya?<br />
<strong>Ahli IT:</strong> bgini pak<br />
<strong>Ahli IT:</strong> klo gue buka www.xxxx.net<br />
<strong>Ahli IT:</strong> iya sore pak<br />
<strong>Ahli IT:</strong> ^^<br />
<strong>Ahli IT:</strong> klo gue buka www.xxxx.net<br />
<strong>Ahli IT:</strong> uda upload<br />
<strong>Ahli IT:</strong> coba dicek<br />
<strong>Ahli IT:</strong> tp pas gue buka www.xxxx.net<br />
<strong>Ahli IT:</strong> masi under contruction<br />
<strong>Ahli IT:</strong> bukannya upload doank ya<br />
<strong>DraCoola©:</strong> halaman index default nya dracoola memang itu<br />
<strong>DraCoola©:</strong> diapus aja<br />
<strong>DraCoola©:</strong> namanya index.php<br />
<strong>Ahli IT:</strong> oOo<br />
<strong>DraCoola©:</strong> OoO<br />
<strong>DraCoola©:</strong> udah ndak tuh?<br />
<strong>Ahli IT:</strong> masa?<br />
<strong>DraCoola©:</strong> sumpede<br />
<strong>DraCoola©:</strong> xxxx<br />
<strong>DraCoola©:</strong> di refresh aja browser nya coba?<br />
<strong>Ahli IT:</strong> oh ya<br />
<strong>Ahli IT:</strong> databasenya<br />
<strong>Ahli IT:</strong> kaga ngelink<br />
<strong>Ahli IT:</strong> swt<br />
<strong>DraCoola©:</strong> © 2006 :: xxxxSiteMap Contact Us FAQ<br />
<strong>Ahli IT:</strong> phpmyadminnya<br />
<strong>DraCoola©</strong>: phpmyadmin knapa bu?<br />
<strong>Ahli IT:</strong> mgkn beda<br />
<strong>DraCoola©:</strong> beda username ama passwot doang biasanya<br />
<strong>DraCoola©:</strong> cocokin aja ama di file website nya<br />
<strong>DraCoola©:</strong> configurasinya<br />
<strong>Ahli IT:</strong> mgkn priviledge<br />
<strong>Ahli IT:</strong> iya<br />
<strong>Ahli IT:</strong> coba bukain<br />
<strong>Ahli IT:</strong> soalnya lama loading<br />
<strong>Ahli IT:</strong> &gt;&lt;<br />
<strong>Ahli IT</strong>: phpmyadmin<br />
<strong>Ahli IT:</strong> liatin user ama passnya ^^<br />
<strong>DraCoola©:</strong> indonet<br />
<strong>Ahli IT:</strong> wew<br />
<strong>Ahli IT:</strong> lg di ruma nih<br />
<strong>Ahli IT:</strong> tp upload nya diluar<br />
<strong>Ahli IT:</strong> itupun nunggu 2 jam<br />
<strong>Ahli IT:</strong> &gt;&lt;<br />
<strong>Ahli IT:</strong> sambil maen gue<br />
<strong>Ahli IT:</strong> klo ga.. bisa gila<br />
<strong>DraCoola©:</strong> satu2 dari 256 member di dracoola, cuma anda yg ada keluhan lambat<br />
<strong>DraCoola©:</strong> satu2nya<br />
<strong>Ahli IT:</strong> iya<br />
<strong>Ahli IT:</strong> &gt;&lt;<br />
<strong>Ahli IT:</strong> kan emank inet nya<br />
<strong>Ahli IT:</strong> kan gue ga nyalahin dracoolanya<br />
<strong>DraCoola©:</strong> ganti inet<br />
<strong>Ahli IT:</strong> wew<br />
<strong>DraCoola©:</strong> parah indonet kualitas nya<br />
<strong>Ahli IT:</strong> pak dracoo<br />
<strong>Ahli IT:</strong> itu nanti aja<br />
<strong>Ahli IT: </strong>skrg<br />
<strong>Ahli IT: </strong>minta user ama pass nya donk<br />
<strong>Ahli IT:</strong> liatin<br />
<strong>DraCoola©:</strong> username ama pass yg apa?<br />
<strong>Ahli IT:</strong> buat databsenya<br />
<strong>DraCoola©:</strong> lah? itu di file nya?<br />
<strong>Ahli IT:</strong> wah bingung liatnya<br />
<strong>DraCoola©:</strong> kalo phpmyadmin mah tinggal pencet<br />
<strong>DraCoola©:</strong> nda pernah pake cpanel kah?<br />
<strong>Ahli IT:</strong> nyari user ama pass di phpmyadmin<br />
<strong>Ahli IT:</strong> gimana<br />
<strong>Ahli IT:</strong> bukan ga pernah<br />
<strong>DraCoola©:</strong> nda pake pass<br />
<strong>Ahli IT:</strong> ga pernah otak atik selain<br />
<strong>DraCoola©:</strong> username ama pass diliatnya di cpanel<br />
<strong>Ahli IT:</strong> upload data doank<br />
<strong>Ahli IT:</strong> di mananya<br />
<strong>DraCoola©:</strong> di tab menu database<br />
<strong>DraCoola©:</strong> ada icon database<br />
<strong>DraCoola©:</strong> harus create database dulu<br />
<strong>Ahli IT:</strong> create db buat liat?<br />
<strong>Ahli IT:</strong> klo ga create ga bisa?<br />
<strong>DraCoola©:</strong> tanpa create database, gimana caranya bisa berasumsi kalo database itu ada?<br />
<strong>DraCoola©:</strong> logika bu<br />
<strong>DraCoola©:</strong> ilmu tentang logika<br />
<strong>Ahli IT:</strong> tp databasenya uda gue upload jg<br />
<strong>Ahli IT:</strong> hanya ga konek aja<br />
<strong>Ahli IT:</strong> oOO<br />
<strong>DraCoola©:</strong> databse nya berbentuk apa file nya?<br />
<strong>Ahli IT:</strong> ga ngerti<br />
<strong>DraCoola©:</strong> nama file nya apa?<br />
<strong>Ahli IT:</strong> xxxxnet_new<br />
<strong>DraCoola©:</strong> nama file nya lengkap<br />
<strong>DraCoola©:</strong> bentuk file? ato folder<br />
<strong>Ahli IT:</strong> file<br />
<strong>DraCoola©:</strong> nama lengkapnya?<br />
<strong>Ahli IT:</strong> keknya gue create baru aja<br />
<strong>DraCoola©:</strong> sbap dari phpmyadmin ndak bisa create database<br />
<strong>DraCoola©:</strong> biasanya dari cpanel<br />
<strong>Ahli IT:</strong> yg kmrn gue upload<br />
<strong>Ahli IT:</strong> ga lengkap<br />
<strong>DraCoola©:</strong> jadi mustahil bu Ahli IT buat di cpanel<br />
<strong>Ahli IT:</strong> iya<br />
<strong>Ahli IT:</strong> emank ga bisa<br />
<strong>Ahli IT:</strong> buat delete jg ga bisa<br />
<strong>Ahli IT:</strong> &gt;&lt;<br />
<strong>Ahli IT:</strong> ga user friendly<br />
<strong>Ahli IT:</strong> hehe<br />
<strong>DraCoola©:</strong> bu Ahli IT harus belajar konsep database dulu kali?<br />
<strong>Ahli IT:</strong> gampang lah<br />
<strong>DraCoola©:</strong> bukan nda user friendly. tapi Ahli IT nya yg memang belun paham<br />
<strong>Ahli IT:</strong> klo create db doank<br />
<strong>DraCoola©: </strong>sebab, 256 orang member dracoola ndak ada yg ndak semengerti Ahli IT<br />
<strong>Ahli IT:</strong> gini&#8221; uda lulus sql server pak<br />
<strong>Ahli IT:</strong> &gt;&lt;<br />
<strong>DraCoola©</strong>: semuanya langsung jalan create database<br />
<strong>DraCoola©:</strong> beda antara lulus dan kenyataan pemahaman lapangan<br />
<strong>Ahli IT:</strong> iya<br />
<strong>Ahli IT:</strong> biarin<br />
<strong>Ahli IT:</strong> gini lho pak<br />
<strong>DraCoola©:</strong> saya jebolan ekonomi, manajemen. ubaya<br />
<strong>Ahli IT:</strong> biasanya gue pake yg offline<br />
<strong>Ahli IT:</strong> ga online<br />
<strong>Ahli IT:</strong> jadi beda<br />
<strong>Ahli IT:</strong> gitu lho<br />
<strong>DraCoola©:</strong> di cpanel, harus bikin database dulu<br />
<strong>Ahli IT:</strong> implementasi lapangan emank beda<br />
<strong>DraCoola©:</strong> baru database di isi pake file offline<br />
<strong>Ahli IT:</strong> anggap saja,, gue bljr skrg<br />
<strong>Ahli IT:</strong> gampang koq<br />
<strong>DraCoola©:</strong> DraCoola©: di cpanel, harus bikin database dulu<br />
<strong>DraCoola©:</strong> DraCoola©: baru database di isi pake file offline<br />
<strong>Ahli IT:</strong> gue kirain kmrn itu<br />
<strong>Ahli IT:</strong> tinggal upload doank<br />
<strong>Ahli IT:</strong> uda jadi<br />
<strong>Ahli IT:</strong> ternyata<br />
<strong>DraCoola©:</strong> phpmyadmin di cpanel, fungsinya untuk edit, drop, ama entry doang<br />
<strong>DraCoola©:</strong> makanya saya nanya : apakah Ahli IT perna pake cpanel sblunnya<br />
<strong>Ahli IT:</strong> mana ada drop..<br />
<strong>Ahli IT:</strong> kaga ada<br />
<strong>DraCoola©:</strong> ada<br />
<strong>DraCoola©:</strong> kalo nda ada ngapain saya palsukan kalo itu ada<br />
<strong>Ahli IT:</strong> drop nya di tempat laen<br />
<strong>Ahli IT:</strong> bukan di phpmyadmin<br />
<strong>Ahli IT:</strong> tp mysql databse<br />
<strong>DraCoola©:</strong> drop data<br />
<strong>DraCoola©:</strong> bukan drop database<br />
<strong>DraCoola©:</strong> drop tabel<br />
<strong>DraCoola©:</strong> jadi misal gini :<br />
<strong>Ahli IT:</strong> iya<br />
<strong>DraCoola©:</strong> create database di cpanel<br />
<strong>Ahli IT:</strong> gue mo drop database<br />
<strong>DraCoola©:</strong> brati tercipta tabel ama username + password<br />
<strong>DraCoola©:</strong> tapi kosong<br />
<strong>Ahli IT:</strong> oh ya<br />
<strong>DraCoola©:</strong> nah, di phpmyadmin kita impor database dari lokal<br />
<strong>Ahli IT:</strong> ini klo uda ada databasenya<br />
<strong>Ahli IT:</strong> uploadnya table nya satu&#8221;<br />
<strong>Ahli IT:</strong> ?<br />
<strong>DraCoola©:</strong> trus, kita cocokin username + pass di file config.php kita<br />
<strong>DraCoola©:</strong> uplaod semua bisa<br />
<strong>DraCoola©:</strong> import<br />
<strong>Ahli IT:</strong> tahu usernama + pass dari mana<br />
<strong>DraCoola©:</strong> saya slalu bikin dari lokal segambreng database<br />
<strong>DraCoola©:</strong> tahunya dari cpanel<br />
<strong>Ahli IT:</strong> pas create kan<br />
<strong>Ahli IT:</strong> dari cpanel<br />
<strong>DraCoola©:</strong> bahkan yg nentukan kita ndiri<br />
<strong>Ahli IT:</strong> di bg mana<br />
<strong>DraCoola©:</strong> ho oh<br />
<strong>DraCoola©:</strong> pas create<br />
<strong>Ahli IT:</strong> ya uda<br />
Ahli IT: gue create lg<br />
DraCoola©: bentar saya capture nya<br />
Ahli IT: apanya<br />
DraCoola©: letaknya<br />
DraCoola©: tungguin<br />
Ahli IT: create db di mysql db wizard kan?<br />
DraCoola©: better yg satunya<br />
DraCoola©: yg manual<br />
Ahli IT: yg mana<br />
Ahli IT: klo pake yg mysql db<br />
Ahli IT: pas create<br />
Ahli IT: lgsg jadi<br />
Ahli IT: kaga ada masukin username ato passwor<br />
Ahli IT: kaga ada masukin username ato password<br />
Ahli IT: gimana caranya tao<br />
Ahli IT: ??<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
DraCoola©: gemes banget saya<br />
DraCoola©: ada jelas disitu<br />
DraCoola©: create database sama user<br />
DraCoola©: konsepnya gini :<br />
DraCoola©: create database, trus create user. lalu kawinkan mreka<br />
Ahli IT: huahuahua<br />
Ahli IT: gemes ya pak<br />
DraCoola©: banget<br />
Ahli IT: kek mie rremes<br />
Ahli IT: mana ada create user<br />
Ahli IT: ?<br />
Ahli IT: Oo<br />
Ahli IT: maklum<br />
Ahli IT: monitor gue kecil<br />
DraCoola©: liat gambarnya  please saya mohon<br />
Ahli IT: ga keliatan di bwh<br />
Ahli IT: bilang donk<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
DraCoola©: kan ada scroll nya ya Allah<br />
DraCoola©: nda kliatan ada scroll nya?<br />
Ahli IT: ahahahaha<br />
Ahli IT: muuphkan saya<br />
Ahli IT: ga bmksd<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
Ahli IT: klo gitu<br />
Ahli IT: td ga perlu delete<br />
DraCoola©: bukan masalah jagoan sql server ato bukan<br />
Ahli IT: dbnya<br />
DraCoola©: tapi lapangan<br />
Ahli IT: tinggal kasi user ama pass<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
DraCoola©: yoa<br />
DraCoola©: tinggal create user ama pass<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
Ahli IT: uda telat pak<br />
Ahli IT: hrs bikin baru<br />
DraCoola©: lalu sambungkan user ama pass tadi ke database nya<br />
Ahli IT: wkwkwkwkwk<br />
DraCoola©: cari monitor yg user friendly<br />
DraCoola©: hehehehhehe<br />
DraCoola©: database yg nda kepake bisa di del<br />
DraCoola©: menu &#8212;&gt; Add User To Database<br />
Ahli IT: iya<br />
DraCoola©: itu vital<br />
DraCoola©: trus ntar impor database lokal ke server onlen ini<br />
DraCoola©: via phpmyadmin<br />
Ahli IT: iya pak<br />
Ahli IT: lagi praktek ^^<br />
DraCoola©: jangan lupa/males untuk nge set user ama pass nya database di file config mu<br />
DraCoola©:<br />
Ahli IT: iya pak ^^<br />
Ahli IT: lg dicari file config nya<br />
DraCoola©: amin amin<br />
DraCoola©: dijamin PASTI nyambung<br />
Ahli IT: amin<br />
Ahli IT: ^^<br />
Ahli IT: pasti nyambung<br />
Ahli IT: klo ga..<br />
Ahli IT: tenang aja pak<br />
Ahli IT: bakal dicariin<br />
Ahli IT: hehe<br />
DraCoola©: ya asal bukan krn alasan cemen aja<br />
DraCoola©: alasan males nyekrol<br />
Ahli IT: cemen?<br />
DraCoola©: cemen = remeh<br />
Ahli IT: nyekrol?<br />
DraCoola©: alasan remeh = males scroll layar<br />
Ahli IT: yah..<br />
Ahli IT: segitunya pak<br />
DraCoola©: hehehhe<br />
Ahli IT: kan ga smua org itu pintar n jago<br />
Ahli IT: maklum lah<br />
DraCoola©: ndak harus pintar dan jago. tapi yg harus adalah ndak males liat kalo layar di monitor bisa di scroll ke bawah lagi<br />
Ahli IT: coba bandingan layar bapak ama gue<br />
Ahli IT: gue punya cuuman 14&#8243;<br />
DraCoola©: hehehhe<br />
Ahli IT: ada ga ya<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
DraCoola©: ya brati harusnya dah terbiasa dunk jadi banyak scrolling akibat layar kecil ?<br />
Ahli IT: gini lho pak<br />
DraCoola©: saya pas pake pda juga akirnya jadi sering scroll krn layarnya kecil banget<br />
Ahli IT: harusnya org skrg bikin sesuatu kek scroll itu harus dipertimbangkan lg<br />
Ahli IT: soalnya ga smua org<br />
Ahli IT: nengok kiri kanan<br />
Ahli IT: lgsg liat yg terliat aja<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
DraCoola©: ga semua orang itu semoga aja minoritas banget<br />
DraCoola©: berkaitan ama kemalasan saya rasa<br />
DraCoola©: sbap yg lain bilang ada lagi dibawahnya bukan kerna mo nipu<br />
DraCoola©: tapi berharap untuk diyakini bahwa di bawah layar ada lagi menu<br />
Ahli IT: perasaan td pak dracoo ga bil<br />
Ahli IT: liat ke bwh<br />
Ahli IT: nah lho<br />
DraCoola©: saya udah bilang kalo menu create user ada<br />
DraCoola©: berarti ya memang ada<br />
DraCoola©: tinggal Ahli IT aja males ato ndak nyarinya<br />
Ahli IT: yah.. dicap males<br />
DraCoola©: iya dunk<br />
Ahli IT: org ga teliti<br />
DraCoola©: saya dah dicap nipu soalnya<br />
Ahli IT: beda lho<br />
Ahli IT: ma males<br />
DraCoola©: dibilang ada masi juga dibilang nda ada<br />
Ahli IT: mo disurvey ga pak<br />
Ahli IT: ??<br />
DraCoola©: baikla. semoga lebih teliti lagi stelah ini<br />
Ahli IT: gue ga ucapin kata &#8220;nipu&#8221; malah<br />
Ahli IT: asumsi bpk sndiri itu<br />
Ahli IT: ~_~<br />
DraCoola©: &#8220;nipu&#8221; krn saya dianggap boong kalo tuh menu create user bener2 ada<br />
Ahli IT: waduh pak..<br />
Ahli IT: muuphkan aja dah pak<br />
Ahli IT: cuape debatnya<br />
DraCoola©: ho oh<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
DraCoola©: lain lebih teliti lagi<br />
DraCoola©: dan mohon untuk percaya apa yg saya katakan<br />
DraCoola©: jangan langsung ndak percaya mulu<br />
DraCoola©: dan mendiskreditkan dracoola mulu<br />
Ahli IT: percaya &gt;&lt;<br />
Ahli IT: wadu pak.. klo blum kenal<br />
Ahli IT: emank gue gitu pak<br />
Ahli IT: ga percaya ama sapapun<br />
DraCoola©: susah kita kenal akrapnya memang<br />
DraCoola©: kerna pak  mulu<br />
Ahli IT: wkwkwkkwwk<br />
DraCoola©: jadinya berjarak mulu<br />
Ahli IT: iya dech diturunin dikit<br />
Ahli IT: om<br />
Ahli IT: drcoo<br />
Ahli IT:<br />
DraCoola©: sama aja. formal2 an akan bawa beban ndak loss di blakang<br />
DraCoola©: itu yg coba saya hindari di support dracoola<br />
DraCoola©: jadi biar user bisa sepuasnya nanya dengan enteng<br />
Ahli IT: yah.. gpp lah<br />
DraCoola©: ndak perlu berdasi rambut klimis ato pake blazer<br />
Ahli IT: yg merasa bjarak itu kan bpk<br />
Ahli IT: ops<br />
DraCoola©: hehehhe<br />
DraCoola©: terserah deh<br />
Ahli IT: ^^<br />
Ahli IT: anggap aja manggil pak itu sbg panggilan biasa aja<br />
Ahli IT: ga usa anggap srius<br />
Ahli IT: hehe<br />
DraCoola©: ho oh<br />
DraCoola©: dah mempan database?<br />
Ahli IT: masi lg upload<br />
Ahli IT: lama jg<br />
DraCoola©: impor?<br />
DraCoola©: database segede apa?<br />
Ahli IT: wew<br />
Ahli IT: error<br />
Ahli IT: iya import<br />
DraCoola©: error nya apa bunyinya?<br />
Ahli IT: 700kb<br />
Ahli IT: klo ga slh<br />
Ahli IT: kelamaan upload<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
Ahli IT: Maximum execution time of 300 seconds exceeded in /usr/local/cpanel/base/3rdparty/phpMyAdmin/libraries/import/sql.php on line 118<br />
DraCoola©: rto<br />
DraCoola©: request time out<br />
DraCoola©: itu krn koneksi<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
DraCoola©: coba kirim ke saya database nya<br />
DraCoola©: saya bantu deh biar cepet ndak pusing lagi<br />
Ahli IT: tp sebagian uda msk<br />
Ahli IT: bukannya sama aja pak<br />
DraCoola©: beda aja<br />
Ahli IT: gue kirim ke bpk jg lama<br />
DraCoola©: starone saya bisa diandelin<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
DraCoola©: di zip aja<br />
Ahli IT: mslah inet gue pak<br />
DraCoola©: di zip pake kompresan paling mampat<br />
Ahli IT: uda dizip kan<br />
Ahli IT: itu<br />
Ahli IT: kan pas backup<br />
Ahli IT: uda dlm zip<br />
Ahli IT: .gz<br />
Ahli IT: beda ama zip<br />
DraCoola©: nama database nya apa<br />
DraCoola©: biar saya drop smuanya saya ulang smua ngisinya<br />
Ahli IT: xxxxnet_new<br />
DraCoola©: ok<br />
DraCoola©: tungguin ya<br />
Ahli IT: oke<br />
Ahli IT: oke thx ^^<br />
Ahli IT: mo brb bntar<br />
DraCoola©: oke<br />
DraCoola©: kukabarkan via offline message aja ya<br />
DraCoola©: brenti transfer file nya&#8230;.<br />
Ahli IT: wah.. blum ke donlod jg<br />
DraCoola©: oh dah jalan lagi<br />
DraCoola©: leled banget memang&#8230;.<br />
Ahli IT: tuh kan<br />
Ahli IT: gawat<br />
Ahli IT: hehe<br />
Ahli IT: sabar ya pak<br />
DraCoola©: ku drop ini yg new isinya<br />
DraCoola©: kurang dikit lagi tuh file&#8230;<br />
DraCoola©: duh<br />
DraCoola©: ho oh<br />
Ahli IT: iya<br />
Ahli IT: gue punya disini bhenti soalnya<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
Ahli IT: gimana<br />
Ahli IT: gue send ulang<br />
Ahli IT: ??<br />
DraCoola©: tinggal dikit yg atas<br />
You have received 1 file from Ahli IT.<br />
new.sql<br />
Open (Alt+Shift+O)</p>
<p>Ahli IT: uda ya<br />
DraCoola©: sip dah slese<br />
DraCoola©: saya impor nya<br />
Ahli IT: ^^<br />
Ahli IT: akhirnya<br />
Ahli IT: gimana?<br />
DraCoola©: mending ekspor lagi dari lokal<br />
DraCoola©: kek nya seret banget<br />
DraCoola©: di model .zip aja<br />
Ahli IT: knp<br />
DraCoola©: .tar.gz kok disini jadinya tetep .sql<br />
DraCoola©: jadinya super gemuk tetep<br />
DraCoola©: ekspor as zip aja coba<br />
DraCoola©: lalu bawa kesini lagi<br />
Ahli IT: bntar<br />
Ahli IT: tetap .sql.zip<br />
Ahli IT: alow<br />
Ahli IT: gue coba upload satu&#8221; aja<br />
Ahli IT: klo ga bisa pak<br />
DraCoola©: lelet banget memang<br />
DraCoola©: nda ketrima2 disini<br />
Ahli IT: sisanya aja<br />
Ahli IT: gue upload satu&#8221;<br />
Ahli IT: keknya ga pp<br />
Ahli IT: thx ya pak draco ^^<br />
DraCoola©: hisk&#8230;<br />
DraCoola©: iya deh bu&#8230;<br />
DraCoola©: smoga sagses yah<br />
Ahli IT: oke<br />
Ahli IT: om dracoo<br />
Ahli IT: mo nanya donk<br />
DraCoola©: yoa buuu<br />
Ahli IT: gini lho<br />
Ahli IT: gue kan mo bikin subdomain<br />
Ahli IT: misalnya a.xxxx.net<br />
Ahli IT: trus kan di root nya jadi /public_html/a<br />
Ahli IT: tp koq ga jalan ya<br />
Ahli IT: a = nama folder<br />
Ahli IT: tp klo gue ketik www.xxxx.net/a<br />
Ahli IT: dia jalan<br />
Ahli IT: klo pake a.xxxx.net<br />
Ahli IT: http: // a. xxxx.net<br />
Ahli IT: ga mo<br />
Ahli IT: knp ya<br />
Ahli IT: maklum .. gaptek cpanel<br />
DraCoola©: kuintipnya<br />
Ahli IT: oke<br />
DraCoola©: fave .xxxx.net /public_html/fave not redirected Manage Redirection Remove<br />
forum .xxxx.net /public_html/forum not redirected Manage Redirection Remove<br />
forumxxxx .xxxx.net /public_html/forumxxxx not redirected Manage Redirection Remove</p>
<p>DraCoola©: nda ada a.xxxx.net<br />
Ahli IT: itu kan contoh<br />
Ahli IT: mksd gue fave<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
DraCoola©: bisa diakses<br />
Ahli IT: masa<br />
Ahli IT: knp pas di gue<br />
Ahli IT: slalu ga bisa<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
Ahli IT: ga bisa<br />
Ahli IT: coba http://fave.xxxx.net<br />
Ahli IT: kaga mo<br />
Ahli IT: pake link yg mana<br />
Ahli IT: klo www.xxxx.net/fave<br />
Ahli IT: emank bisa<br />
DraCoola©: pake link http://fave.xxxx.net<br />
Ahli IT: klo fave.xxxx.net &#8211;&gt; ga mo ke buka<br />
DraCoola©: liat alamatnya di screen shoot saya<br />
Ahli IT: ga mo koq di gue<br />
DraCoola©: buka www.hidemyass.com<br />
You have sent 1 photo to Ahli IT.<br />
bisa.jpg</p>
<p>Ahli IT: knp di gue ga bisa ya<br />
DraCoola©: indonet?<br />
DraCoola©: buka www.hidemyass.com<br />
Ahli IT: ga mgkn<br />
DraCoola©: kenapa saya mungkin?<br />
DraCoola©: buka www.hidemyass.com<br />
DraCoola©: buka www.hidemyass.com<br />
DraCoola©: buka www.hidemyass.com<br />
Ahli IT: gue lg pake firefox koq<br />
DraCoola©: lalu akses http://fave.xxxx.net dari situ<br />
Ahli IT: ya kaga bisa<br />
DraCoola©: buka www.hidemyass.com<br />
DraCoola©: lalu akses http://fave.xxxx.net dari situ<br />
DraCoola©: saya yakin pasti masih belum dilakuin<br />
Ahli IT: akses gimana<br />
Ahli IT: hide my ass<br />
DraCoola©: yakin 100%<br />
DraCoola©: buka www.hidemyass.com<br />
DraCoola©: lalu akses http://fave.xxxx.net dari situ<br />
Ahli IT: uda<br />
Ahli IT: masukkin link<br />
DraCoola©: yoa<br />
Ahli IT: di?<br />
DraCoola©: di punggung?<br />
Ahli IT: astaga<br />
Ahli IT: mksdnya<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
Ahli IT: lg bingung beneran<br />
Ahli IT: itu web buat apa<br />
DraCoola©: itu weeb buat proxy<br />
DraCoola©: saya capture nya<br />
You have sent 1 photo to Ahli IT.<br />
caranya.jpg</p>
<p>Ahli IT: uda pak<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
DraCoola©: sebaiknya diputusin aja itu indonet<br />
DraCoola©: menyiksa orang banget<br />
Ahli IT: kaga ada apa&#8221;<br />
Ahli IT: kembali spt smula<br />
Ahli IT: wew<br />
Ahli IT: yg marah koq malah pak dracoo<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
Ahli IT: yg make kan gue<br />
Ahli IT: sabar sabar pak<br />
DraCoola©: sbap permasalahan slalu munculnya dari koneksi yg abnormal<br />
DraCoola©: andai koneksi normal, ndak ada semua permasalahan ini<br />
Ahli IT: wew<br />
DraCoola©: DraCoola©: sher<br />
DraCoola©: coba buka http://fave.xxxx.net<br />
glossy blingz: uda<br />
DraCoola©: bisa?<br />
glossy blingz: bisa<br />
DraCoola©: dia lokasinya jakarta<br />
DraCoola©: DraCoola©: anu<br />
DraCoola©: aku titip bukak iku &#8212;&gt; coba buka http://fave.xxxx.net<br />
DraCoola©: iso ndak<br />
Bojone Dracool: sek<br />
Bojone Dracool: iso<br />
Bojone Dracool: 1 secs<br />
DraCoola©: dia lokasinya malang<br />
Ahli IT: ya<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
DraCoola©: DraCoola©: bro.. sekalian titip akses itu bisa ndak &#8212;&gt; coba buka http://fave.xxxx.net<br />
ughie: bentar ughie buka bro<br />
DraCoola©: sip bro<br />
DraCoola©: kutunggu<br />
ughie: bro untuk web hostingnya gi mana?<br />
DraCoola©: bro..<br />
DraCoola©: mohon sekali ini aja tolong saya<br />
ughie: ok<br />
DraCoola©: alamat di atas bisa ndak dibuka? ini penting sekali<br />
ughie: bisa<br />
DraCoola©: dia lokasinya di papua<br />
DraCoola©: lalu???????????<br />
DraCoola©: cuma bu mar yg ndak bisa!<br />
DraCoola©: coba di pm smua orang2 itu<br />
DraCoola©: nick/id ym nya sama percis ama yg saya paste<br />
Ahli IT: ya pak<br />
DraCoola©: koneksinya bu mar mohon diganti<br />
DraCoola©: saya mohon dengan amat sangat<br />
Ahli IT: ya pak<br />
Ahli IT: saran ditrima<br />
DraCoola©: indonet busuk sekali kualitas nya bu<br />
Ahli IT: tp tidak skrg<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
DraCoola©: DraCoola©: alamat di atas bisa ndak dibuka? ini penting sekali<br />
ughie: bisa<br />
ughie: knapa emang?<br />
ughie: mau ugie copasin ?<br />
ughie: kata2nya<br />
ughie: ?<br />
Ahli IT: iya pak<br />
DraCoola©: internet papua aja bisa buka bu mar<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
Ahli IT: sabar ya<br />
DraCoola©: masa indonet yg di ibukota nda bisa buka&#8230;<br />
DraCoola©: ibukota DKI jkt<br />
Ahli IT: sapa tao browser nya pak<br />
Ahli IT: muuph ganggu<br />
Ahli IT: &gt;&lt;<br />
DraCoola©: he eh<br />
DraCoola©: silahkan dicoba lagi<br />
DraCoola©: saya yakin koneksinya<br />
DraCoola©: browser apa kata koneksi<br />
Ahli IT: keknya koneksi pak<br />
Ahli IT: thx ya ^^</p>
<p>Dari hasil diatas, bisa disimpulkan bahwa Ahli IT (ngakunya), yang sekolah dibidang itu, dapet gelar dibidangitu dan bekerja dibidang itu, mestinya familiar dengan mysql, phpMyAdmin, namun sebaliknya CSO yang ngajarin penggunaannya.</p>
<p>Menuduh Internet Browser sebagai biang tidak bisa kebukanya sebuah website, sedangkan browser tadi diasumsikan dalam kondisi default setting.</p>
<p>Bagaimana nasib perusahaan tersebut yang mempekerjakan ahli dibidangnya? apa sistem penyaringan pegawai hanya dilihat dari ijazah?.</p>
<p>Sebagai pelajaran, jangan hanya menilai sesorang dari gelar. praksis adalah nomer satu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://resureksi.com/education/kerja-cuma-modal-gelar-tanpa-skill-bisa-banget/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Anarkisme Itu?</title>
		<link>http://resureksi.com/education/apakah-anarkisme-itu/</link>
		<comments>http://resureksi.com/education/apakah-anarkisme-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 09:52:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Critique]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://resureksi.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat modern berpotensi menghadapi tiga krisis krusial yaitu (1) Kehancuran sosial, sebuah istilah lain dari meningkatnya angka kemiskinan, gelandangan, kejahatan, kekerasan, keterasingan, penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol, kelesuan politik, dehumanisasi, hilangnya sifat tolong menolong antar sesama, dsb. (2) kerusakan ekosistem dan (3) berkembangnya mesin pembunuh massal, termasuk senjata nuklir. Opini kaum ortodoks, yang termasuk di dalamnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><img class="alignleft" style="float: left;" src="http://resureksi.com/wp/wp-content/gallery/pictures/anarchy-symbol.png" alt="anarkis" width="100" height="100" />Masyarakat modern berpotensi menghadapi tiga krisis krusial yaitu (1) Kehancuran sosial, sebuah istilah lain dari meningkatnya angka kemiskinan, gelandangan, kejahatan, kekerasan, keterasingan, penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol, kelesuan politik, dehumanisasi, hilangnya sifat tolong menolong antar sesama, dsb. (2) kerusakan ekosistem dan (3) berkembangnya mesin pembunuh massal, termasuk senjata nuklir.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Opini kaum ortodoks, yang termasuk di dalamnya media mainstream, dan politisi menganggap bahwa masing-masing krisis tersebut tidak berhubungan, masing-masing krisis tersebut memiliki penyebab sendiri. Kenyataannya pernyataan kaum ortodoks ini tidak bisa terbukti setelah masalah-masalah tersebut semakin memburuk. Jika jalan penyelesaian yang lebih baik tidak segera ditempuh, maka kita akan menghadapi bencana yang sudah jelas terpampang didepan mata. Begitu pula dengan perang besar-besaran dan kehancuran ekologis, atau kriminalitas akibat urbanisasi berlebih dan atau semua masalah tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Anarkisme menawarkan jalan keluar yang masuk akal untuk menghadapi krisis-krisis tersebut dengan mencari titik pusat penyelesaian. Titik pusat tersebut adalah wewenang hirarkis yang mendasari institusi besar masyarakat “beradab”, apapun itu kapitalis atau “komunis”. Oleh karenanya analisa anarkis diawali dengan fakta bahwa semua institusi utama di negara kita<span> </span>merupakan bentuk hirarki, misalnya birokrasi pemerintah, tentara, partai politik, organisasi-organisasi keagamaan, universitas dan sebagainya. Inilah yang kemudian menunjukan bagaimana hubungan autoritarian yang melekat pada bentuk hirarki semacam itu secara negatif mempengaruhi tiap individu, masyarakat dan budaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: ">Anarkisme adalah sebagai bentuk kritik dari sebuah bentuk masyarakat modern yang banyak negatif dan destruktifnya. Dengan kata lain, Anarkisme adalah sebuah jalan untuk menciptakan masyarakat modern berdasarkan kesadaran masing-masing individu dengan keahliannya masing-masing untuk bekerja sama membangun sebuah sistem sosial yang baru, yang menghancurkan sebuah sistim hirarkis kekuasaan “dari atas kebawah”.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://resureksi.com/education/apakah-anarkisme-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Kerja Diktator (ABC of Anarchism Section 18)</title>
		<link>http://resureksi.com/education/cara-kerja-diktator-abc-of-anarchism-section-18/</link>
		<comments>http://resureksi.com/education/cara-kerja-diktator-abc-of-anarchism-section-18/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 08:40:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Critique]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://resureksi.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Melengkapi penguasaan Bolshevik atas sebuah negara dengan populasi 140 juta, dengan nama Diktator Proletariat, satu organisasi politik, Partai Komunis menjadi pemerintah absolut di Rusia. Diktator Proletariat bukanlah kediktatoran oleh kaum proletar. Jutaan rakyat tidak menjadi diktator. Tidak juga ribuan anggota partai bisa menjadi diktator. Berdasarkan wataknya kediktatoran terbatas pada beberapa orang. Semakin sedikit mereka, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Melengkapi penguasaan Bolshevik atas sebuah negara dengan populasi 140 juta, dengan nama Diktator Proletariat, satu organisasi politik, Partai Komunis menjadi pemerintah absolut di Rusia. Diktator Proletariat bukanlah kediktatoran oleh kaum proletar. Jutaan rakyat tidak menjadi diktator. Tidak juga ribuan anggota partai bisa menjadi diktator. Berdasarkan wataknya kediktatoran terbatas pada beberapa orang. Semakin sedikit mereka, maka semakin kuat dan semakin menyatulah kediktatoran. Dalam praktek sesungguhnya diktator selalu berada dalam kekuasaan satu orang. Orang yang kuat itulah yang akan mengabulkan jumlah anggota persekongkolannya, tidak lain halnya dengan kaum Bolshevik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Diktator sebenarnya adalah bukan proletariat, juga bukan Partai Komunis. Secara teori kekuasaan berada pada Komite Sentral partai, namun nyatanya dimiliki oleh lingkaran kecil dalam komite tersebut yang dikenal sebagai “Polit Biro”, sama halnya dengan Mussolini misalnya, dan bukan Partai Fasisnya adalah diktator di Italia. Itu merupakan pandangan dan ide yang digunakan Lenin sejak awal lahirnya Bolshevik sampai akhir hayatnya; dibawa ketika semua partai menentang opininya, begitu juga ketika Komite Sentral dengan sengit menentang usulannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Pada penjelasan pertama mereka, ketika Lenin terlihat selalu menang, kehendaknya akan selalu dituruti. Begitupun dalam setiap masa kritis dalam sejara politik Bolshevik. Hal ini tidak mungkin membantu sebab diktator selalu bermakna dominasi oleh personal terkuat, dengan supremasi kehendak tunggal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Selama sejarah Partai Komunis, seluruh kediktatoran tidak dapat disangkal menunjukkan hal yang sama. Tulisan-tulisan kaum Bolshevik menunjukkan hal itu. Berikut ini cukup bukti untuk ditunjukkan selain beberapa peristiwa penting yang membenarkan pendapat saya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoBodyText">Pada bulan Maret 1917, ketika Lenin kembali dari pengasingan di Switzerland, Komite Sentral memutuskan untuk memasuki koalisi pemerintahan yang dibentuk pasca penggulingan rezim Tsar. Lenin menentang kerjasama dengan Borjuasi dan golongan Menshevik yang pada saat itu ada dalam pemerintahan. Namun meskipun demikian Partai masih tetap bersikukuh dengan keputusannya dan Lenin sendirian dalam oposisi namun diselamatkan oleh wibawanya. Komite Sentral berubah pendapat dan beralih memihak Lenin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Selanjutnya, bulan Juli 1917, Lenin menyerukan revolusi secepatnya menentang Pemerintahan Kerensky. Usulnya dikecam oleh banyak orang termasuk kawan-kawannya sendiri dan dianggap gegabah dan kriminal. Namun lagi, Lenin menang, meskipun di kubu Zinoviev, Kamenev, dan golongan kaum Bolshevik lain yang berpengaruh menolak rencana itu dan mengundurkan diri dari partai. Secara tiba-tiba, Putsch (percobaan penggulingan Kerensky) mengalami kegagalan dan mengorbankan banyak nyawa buruh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoBodyText">Teror merah<span> </span>yang dimulai Lenin segera setelah dia berkuasa pasca Revolusi Oktober, mengkhianati kawan seperjuangannya tanpa alasan dan dikatakan sebagai pengkhianat revolusi. Namun untuk dendam protes para pejabat yang aktif dan anggota partai yang berpengaruh, Lenin mempunyai cara sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Selama Brest-Litovsk, lagi-lagi Lenin bersikeras untuk “perdamaian bersyarat” dengan Jerman, sementara Trostsky, Radek, dan pemimpin penting Bolshevik yang lain menentang syarat-syarat Kaiser yang dinilai merendahkan dan merusak. Sekali lagi Lenin berhasil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">“Kebijakan ekonomi baru” (the ”nep”) disampaikan Lenin pada partainya selama peristiwa Kronstadt ditentang Komite Sentral karena dianggap mementahkan hasil perjuangan revolusioner dan serangan kematian bagi komunis. Sesungguhnya itu adalah pemutarbalikan pemahaman revolusi dan kembali pada situasi awal perubahan besar bulan Oktober. Namun kehendak Lenin tetap dilaksanakan dan diambil sebagai keputusan dalam kongres Komunis IX yang diadakan di Moskow pada bulan Maret 1921.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Seperti yang telah diketahui, yang dianggap kediktatoran proletariat adalah kediktatoran Lenin.ia memerintah Politbiro, Politbiro ke Komite Sentral, Komite Sentral ke partai, partai ke proletariat dan seluruh rakyat. Populasi Rusia terhitung lebih dari ratusan juta; Partai Komunis memiliki kurang dari empat puluh ribu anggota; Komite Sentral beberapa kodi; Politbiro terhitung sekitar selusin; dan Lenin hanya satu. Tapi yang satu itu adalah diktator bagi kaum proletar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Rusia adalah negara yang luas, membentang lebih dari separuh Eropa dan sebagian lagi di Asia yang dihuni oleh berbagai macam ras dan memiliki bahasa nasional yang berbeda-beda dengan berbagai tipikal psikologis, berbagai kepentingan dan pandangan hidup. Kita tahu apa yang telah terjadi dalam kediktatoran Tsar di negeri itu. Sekarang marilah kita lihat bagaimana kediktatoran “proletariat” berkuasa. Setelah lebih dari satu dekade pemerintahan Bolshevik di Rusia, kita bisa membuat perkiraan tentang dampak dan hasil yang telah dicapai. Mari kita hitung.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Secara politik tujuan revolusi adalah menghancurkan pemerintahan tirani dan penindasan untuk membebaskan rakyat. Pemerintahan Bolshevik adalah yang paling sewenang-wenang* <em>The revolt of the Kronstadt sailors in March, 1921.(</em>lihat The Kronstadt Rebellion, oleh penulis.)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Di Eropa, dengan perkecualian pemerintahan fasis Italia. Warga negara tidak punya hak yang mana pemerintah punya batasan untuk menghargai. Partai Komunis adalah monopoli politik, menganggap partai-partai dan gerakan-gerakan lain tidak sah. Tidak mengenal perlindungan pribadi dan tempat tinggal. Tidak ada kemerdekaan berpendapat dan pers. Meskipun di dalam partai ada sedikit perbedaan pendapat segera ditangkap dan dihukum penjara atau diasingkan. Seperti halnya nasib Trotsky dan para oposisi pengikutnya. Hak beropini tidak ditoleransi. Dibentuknya G.P.U, agen rahasia yang dikenal dengan Tcheka, adalah pemerintah luarbiasa dengan kewenangan kekuasaan tak terbatas atas kebebasan dan kehidupan rakyat. Hanya sebagian kecil mereka yang berada dalam partai dominan yang menikmati kebebasan dan hak istimewa. Namun juga “kebebasan” dibawah despotik terburuk: jika tidak ada yang bisa kamu katakan maka kamu benar-benar bebas untuk mengatakannya meskipun di tanah Mussolini. Seperti anggota terkemuka kongres komunis sebelumnya mengatakan, “masih ada ruang bagi seluruh partai politik di Rusia: Partai Komunis di pemerintahan, yang lain di penjara”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Tujuan dasar dari revolusi secara ekonomi adalah menghancurkan kapitalisme dan menciptakan Komunisme dan kesetaraan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Kediktatoran Bolshevik diawali dengan membangun sistem upah yang tidak adil dan pembedaan ganjaran, diakhiri dengan mengenalkan kembali kepemilikan kapitalistik setelah dihancurkan oleh gerakan proletariat industri dan agraria. Hingga saat ini Rusia sebagian menjadi negeri kapitalistik dan sebagian privat kapitalistik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if !supportEmptyParas]--> <!--[endif]--></p>
<p><span style="font-size: 12pt; font-family: &quot;Times New Roman&quot;;">Kediktatoran dan teror merah yang dilakukan terbukti sebagai faktor utama yang melumpuhkan kehidupan ekonomi negara. Kecongkakan Bolshevik menimbulkan kebencian rakyat. Kekejamannya mebuat massa sakit hati. Penindasan atas segala kemerdekaan mencabut elemen terbaik revolusi dan membuat mereka merasa hal itu menjadi urusan pribadi partai politik yang berkuasa. Menghadapi tirani baru sebagai ganti menanti kebebasan. Kaum buruh telah patah hati. mereka merasa hasil kerja revolusioner mereka telah direbut dan digunakan sebagai senjata untuk melawan mereka sendiri dan aspirasi mereka. Kaum proletariat melihat komite pabriknya tunduk pada tekanan Partai Komunis tidka berdaya untuk melindungi kepentingan mereka sebagai pekerja. Serikat buruh menjadi penyambung lidah dan pemancar bagi perintah Bolshevik dan kehilangan suaranya, tidak hanya dalam manajemen industri juga di pabriknya sendiri kerja dalam jam yang lama dengan upah rendah. Kaum pekerja akhirnya sadar bahwa revolusi sudah dirampas dari tangan mereka, soviet telah dikebiri segala kekuatannya, dan negara telah diatur oleh beberapa orang nun jauh di Kremlin sana, sama halnya saat kekuasaan Tsar. Tersingkir dari aktifitas kreatif dan revolusioner, hidup hanya mematuhi tuan baru, senantiasa dilecehkan kaum Bolshevik dan orang-orang Tcheka, dan dalam ketakutan protes terakhir selalu diakhiri dalam penjara atau hukuman mati, kaum pekerja menjadi sakit hati pada revolusi, meninggalkan pabrik dan mencari desa sejauh mungkin menghindari petugas yang ditakuti dan pada jatah roti terakhirnya. Hal ini akhirnya menghancurkan industri negara.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://resureksi.com/education/cara-kerja-diktator-abc-of-anarchism-section-18/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arogansi Nasionalis</title>
		<link>http://resureksi.com/education/arogansi-nasionalis/</link>
		<comments>http://resureksi.com/education/arogansi-nasionalis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 17:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Critique]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://resureksi.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Sumber: Detik.com Pemuda Pancasila Sweeping Warga yang Tak Hafal Pancasila Rhyma S &#8211; DetikSurabaya Jember &#8211; Pengurus Pemuda Pancasila (PP) Jember mempunyai cara unik dalam memperingati hari lahirnya Pancasila, Minggu (1/6/2008). Di sekitar alun-alun Jember, sejumlah pengurus PP menggelar sweeping. Bagi warga yang ditemui pengurus PP, mereka diminta untuk melafalkan 5 butir Pancasila. Dari beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber:<br />
<a href="http://surabaya.detik.com/indexfr.php?url=http://surabaya.detik.com/index.php/detailberita.main/y/2008/m/06/d/01/tts/145916/idkanal/475/idnews/948466">Detik.com</a></p>
<p><span class="reporter"><strong>Pemuda Pancasila <em>Sweeping</em> Warga yang Tak Hafal Pancasila</strong></span></p>
<p><span class="reporter"><strong>Rhyma S</strong> &#8211; DetikSurabaya</span></p>
<p><strong>Jember &#8211; </strong> Pengurus Pemuda Pancasila (PP) Jember mempunyai cara unik dalam memperingati hari lahirnya Pancasila, Minggu (1/6/2008). Di sekitar alun-alun Jember, sejumlah pengurus PP menggelar sweeping.</p>
<p>Bagi warga yang ditemui pengurus PP, mereka diminta untuk melafalkan 5 butir Pancasila. Dari beberapa yang mereka sweeping, ternyata ada yang tidak hafal Pancasila.</p>
<p>Para tukang becak, pedagang kaki lima serta beberapa pejalan kaki sebagian besar tidak hafal sila kedua dan ketiga. &#8220;Waduh lupa yang sila keduanya,&#8221; kata Jono, PKL yang mangkal di alun-alun.</p>
<p>Bagi mereka yang tidak hafal, para pengurus PP menghukum mereka dengan menyuruhnya menghormat kepada bendera merah putih yang dibawa oleh seorang pengurus.</p>
<p>&#8220;Aksi ini sebagai bentuk penghargaan kepada Pancasila. Ternyata banyak warga yang tidak hafal dengan sila-sila pancasila,&#8221; ujar Ketua PP Jember, A Aris Ismail.</p>
<p>Selain menggelar <em>sweeping</em>, pengurus PP juga mengadakan upacara bendera di dan membagikan sembako bagi warga kurang mampu di sekitar Alun-alun Jember. <strong>(fat/fat)</strong></p>
<p>berikut juga komentar2 nya:</p>
<p><em><strong>dul,</strong> emang udah jaminan kalo hapal pancasila hidup di indonesia ini semakin sejahtera. enak aja, tuh yang kebanyakan korupsi, kolusi dll setahuku juga hapal pancasila</em></p>
<p><em><strong>dya,</strong> emng penting gt ngapalin pancasila wakakakakak&#8230;..ogah gw mah</em></p>
<p><em><strong>mokod,</strong> berani2nya preman perempatan jalan sweeping2 masyarakat, dimana2 juga yang gabung sama PP bromocorah yang nga ada kerjaan, bukan hafal pancasila, pengamalan dan praktek, beginilah, kalau menterjemahkan nasionalis secara dangkal&#8230;..organisasi beginian yg musti dibubarkan ,FPI dll&#8230;</em></p>
<p><em><strong>The Truth,</strong> Daripada ganggu warga, lebih baik sweeping FPI yg jelas2 anti-Pancasila dan anti-NKRI</em></p>
<p><em><strong>dea,</strong> lagi lagi aksi sok dan arogan&#8230; emank PP siapa bisa menghukum orang begitu ?? lo ada tanyain ke bokap lo ga ? apal ga dia ? ada lo hukum hormat tiang bendera depan umum ga ? organisasi2 seperti ini heran kok pemerintah diam aja ya.</em></p>
<p><em><strong>Saputra,</strong> Apa bedanya sama FPI? Satu ISLAM keblinger, yang ini KEBANGSAAN kebablasan&#8230;</em></p>
<p><em><strong>adi,</strong> Jangan main hukum lah, kasi tau saja mereka. Mereka tidak hapal tapi belum tentu tindakan kesehariannya tidak sesuai dengan Panca Sila. Banyak orang beragama, tapi tindakannya tidak mencerminkan orang beragama. Hari lahir Panca Sila atau bahkan setiap hari harus diisi dengan tindakan yang mengasihi rakyat Indonesia. Jangan arogan !</em></p>
<p><em><strong>Arifin,</strong> Pemimpin dan warga negara RI lucu2.</em></p>
<p><em><strong>sweeping,</strong> wah-wah sekarang ini banyak sekali orang -kelompok berkelakuan liar melakukan sweeping terhadap orang lain dimna kau para penegak hukum? masalah hafal atau tidak itu bukan sesuatu yang penting yang penting itu nilainya kalau yang lima sila itu bisa dong dibaca kenapa harus dihafal? arogansi selalu didahulukan.</em></p>
<p>Gimana dengan komentarmu?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://resureksi.com/education/arogansi-nasionalis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolah Gratis Bukan Mimpi</title>
		<link>http://resureksi.com/education/sekolah-gratis-bukan-mimpi/</link>
		<comments>http://resureksi.com/education/sekolah-gratis-bukan-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 16:21:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Critique]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://resureksi.com/wp/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Empat gigi susu bagian atas seorang bocah mungil terlihat sudah tanggal. Namun, tak membuatnya takut untuk tertawa riang. Begitu gembiranya hingga pipinya menyembul ke atas. Seakan menutup bola matanya yang bersih. Gadis mungil itu mengenakan baju seragam berwarna putih dan rok merah selutut. Dengan dasi warna merah dan topi merah-putih, ia terlihat semakin ceria. Sepatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Empat gigi susu bagian atas seorang bocah mungil terlihat sudah tanggal.</p>
<p>Namun, tak membuatnya takut untuk tertawa riang. Begitu gembiranya hingga<br />
pipinya menyembul ke atas. Seakan menutup bola matanya yang bersih.</p>
<p>Gadis mungil itu mengenakan baju seragam berwarna putih dan rok merah<br />
selutut. Dengan dasi warna merah dan topi merah-putih, ia terlihat semakin<br />
ceria. Sepatu kets berwarna hitam turut membantunya melangkahkan kakinya.</p>
<p>Ia gembira kala seorang bapak bertubuh gempal dengan kopiah hitam dan<br />
pakaian safari abu-abu, menghampirinya. Kegembiraan kian terpancar dari<br />
raut wajah bocah berkulit sawo matang itu. Sang bapak menuntunnya dengan<br />
amat lembut. Ia mengajak murid sekolah dasar itu berjalan di depan<br />
teman-temannya.</p>
<p>Sambutan meriah pun menggema. Tepuk tangan membahana, seakan tiada henti<br />
menyaksikan adegan itu. Murid-murid yang lain berteriak, mengucapkan salam<br />
kepada sang bapak. &#8221;Selamat datang, Pak Bupati&#8221;.</p>
<p>Sambutan hangat atas kedatangan Bupati Musi Banyuasin (Muba), Alex Noerdin,<br />
di sebuah sekolah dasar negeri di Kota Sekayu, Muba, Provinsi Sumatra<br />
Selatan (Sumsel). Adegan itu direkam dengan sempurna. Dan, menjadi ikon<br />
gambar profil kabupaten itu. Muba Smat 2012. Sejahtera, mandiri, adil,<br />
religius, dan terdepan. Itulah moto kabupaten tersebut.</p>
<p>Kegembiraan murid-murid sekolah dasar itu dalam menyambut pemimpinnya bukan<br />
tanpa alasan. Karena, di kabupaten nun jauh dari pusat pemerintahan negeri<br />
ini, semua anak usia sekolah telah memperoleh pendidikan dengan gratis.</p>
<p>Mulai dari TK hingga SMA. Semua biaya pendidikan ditanggung Pemerintah<br />
Kabupaten (Pemkab) Muba. Hal yang sama juga diberlakukan kepada mahasiswa<br />
yang menimba ilmu di Akademi Perawat (Akper) Pemkab Muba dan Poliklinik<br />
Sekayu. Program pendidikan gratis ini sudah berlangsung sejak 2002.</p>
<p>Pendidikan gratis tidak hanya dikecap oleh anak-anak sekolah negeri, tetapi<br />
anak-anak yang menuntut ilmu di sekolah swasta dan sekolah keagamaan pun<br />
mendapat kesempatan dan perlakuan yang sama. Semua mendapat jaminan di<br />
dalam bidang pendidikan. Sungguh, Muba telah demikian maju meningalkan<br />
&#8216;impian&#8217; pemerintah pusat untuk mewujudkan program wajib belajar 9 tahun.<br />
Bahkan, Pemkab Muba telah mencanangkan program wajib belajar 15 tahun.</p>
<p>Melihat keberhasilan Kabupaten Muba ini, tak salah jika muncul pendapat<br />
bahwa bila ada kemauan dan pemimpinnya memiliki komitmen yang kuat, tidak<br />
ada yang tidak mungkin untuk dilaksanakan. Apalagi, hanya sekadar untuk<br />
menjalankan program pendidikan nasional secara gratis.</p>
<p>Persoalan pendidikan dalam perspektif Bupati Muba, Alex Noerdin, harus<br />
sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Pemerintah, kata dia, harus<br />
memiliki komitmen terhadap kemajuan pendidikan. &#8221;Pemkab Muba sudah<br />
menunjukkan bukti otentik. Pendidikan gratis berlangsung tanpa membebani<br />
pemerintahan,&#8221; kata Alex kepada rombongan wartawan saat kunjungan ke<br />
Pemkab Muba, baru-baru ini.</p>
<p>Unik memang, sebuah pemerintahan dalam wilayah kabupaten sekecil Muba,<br />
dapat menggratiskan anak-anak usia sekolah untuk memperoleh pendidikan.<br />
Sejak dari TK hingga perguruan tinggi (Politeknik Sekayu dan Akademi<br />
Perawat), orang tua siswa tak perlu repot-repot memikirkan biaya<br />
pendidikan.</p>
<p>Tentulah tidak berlebihan bila hal itu dikatakan sebagai suatu terobosan<br />
yang sangat cerdas dari sebuah kabupaten kecil yang pernah terbelenggu<br />
kemiskinan. Sekolah gratis diberlakukan di kabupaten ini sejak Alex Noerdin<br />
menjadi bupati Muba.</p>
<p>Sekolah gratis menjadi sebuah model yang begitu besar manfaatnya. Tidak<br />
hanya bagi segelintir keluarga, tetapi secara menyeluruh untuk masyarakat<br />
Muba tanpa terkecuali. Kebijaksanaan ini telah membantu masyarakat<br />
meningkatkan taraf hidupnya.</p>
<p>Masyarakat Muba bisa menikmatinya tanpa harus mengeluarkan uang sepeser<br />
pun. Bagaimanapun terobosan yang dilakukan Pemkab Muba ini patut menjadi<br />
sorotan. Bahkan, bila perlu menjadi sumber inspirasi pemerintah pusat untuk<br />
mengadopsinya. Sehingga, dapat dijadikan tolok ukur dalam penyelenggaraan<br />
pendidikan nasional.</p>
<p>Bagaimana dengan anggarannya? Anggaran dananya diambil dari APBD sekitar 20<br />
persen setiap tahunnya, dari jumlah seluruh APBD yang mencapai Rp 1,5<br />
triliun.</p>
<p>Salah satu bagian terpenting dalam sektor pendidikan yang diperhatikan<br />
adalah peningkatan kualitas guru. Para guru diprogramkan wajib kuliah.<br />
Angka pesertanya pun cukup besar, yakni mencapai 1.800 orang tenaga guru.</p>
<p>Biayanya gratis karena ditanggung Pemkab Muba. Mereka kuliah di Universitas<br />
Terbuka pada tahun ajaran 2007. Baik untuk program D2 maupun S1. Setelah<br />
itu, para pendidik tersebut dapat melanjutkan pendidikan hingga S2 dan S3,<br />
terutama bagi guru-guru yang berprestasi.</p>
<p>Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muba, Ade Karyana, setiap guru<br />
diberikan uang makan Rp 6.000/hari. Uang transportasi guru di daerah<br />
terpencil sebesar Rp 250.000/bulan. Uang transport, akomodasi, dan konsumsi<br />
pun di berikan kepada guru SMA unggulan sebesar Rp 500.000/bulan.</p>
<p>Pada 2007, Kabupaten Muba sudah memiliki sekolah unggulan. Sekolah ini<br />
berhasil mengantar sebanyak 60 siswanya masuk secara gratis melalui jalur<br />
PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan) ke Universitas Indonesia (UI), ITB,<br />
dan beberapa universitas negeri lainnya di Indonesia.</p>
<p>Untuk mendukung pendidikan yang memiliki keunggulan, Pemkab Muba secara<br />
bertahap membangun sistem pendidikan unggulan di 11 kecamatan. Artinya,<br />
secara bertahap seluruh sekolah di Muba akan disetarakan dengan program<br />
unggulan.</p>
<p>Memang, selain dana dari Pemkab Muba, mereka juga didukung Bank Dunia,<br />
Unesco, Brithis Council (UK), International Development Partner (IDP)<br />
Norway, University of Edinburgh, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI),<br />
dan pihak lainnya.</p>
<p>Muba ternyata bisa membuat pendidikan gratis bagi warganya. Mengapa<br />
pemerintah pusat tidak bisa?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://resureksi.com/education/sekolah-gratis-bukan-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

