<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sesat sesaat &#187; Hardware Repair</title>
	<atom:link href="http://resureksi.com/category/mobile-phone-repair/cellular-phone/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://resureksi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Jul 2008 23:54:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>How is Your Mobile Phone Work (Memahami Bagaimana Kinerja Ponsel)</title>
		<link>http://resureksi.com/mobile-phone-repair/cellular-phone/how-is-your-mobile-phone-work-memahami-bagaimana-kinerja-ponsel/</link>
		<comments>http://resureksi.com/mobile-phone-repair/cellular-phone/how-is-your-mobile-phone-work-memahami-bagaimana-kinerja-ponsel/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jun 2008 13:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware Repair]]></category>
		<category><![CDATA[Phone Repair]]></category>
		<category><![CDATA[mobile phone structure]]></category>
		<category><![CDATA[phone]]></category>
		<category><![CDATA[repair]]></category>
		<category><![CDATA[repair for beginner]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://resureksi.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[STRUKTUR KERJA PONSEL (Mobile Phone Structure)
Secara garis besar, struktur kinerja pada ponsel dapat dibagi menjadi 3 unit, yaitu :
 1. Unit tenaga/Power Unit
Unit tenaga bisa dikategorikan menjadi 2 bagian yaitu :
A. Distribusi tenaga
Distribusi tenaga berpusat pada komponen yang disebut “Power IC”, dimana komponen tersebut mendapat arus listrik sebesar 3,6V dari baterai. Dari olahan power IC, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>STRUKTUR KERJA PONSEL (Mobile Phone Structure)</strong></p>
<p>Secara garis besar, struktur kinerja pada ponsel dapat dibagi menjadi 3 unit, yaitu :<br />
<strong> 1. Unit tenaga/Power Unit</strong><br />
Unit tenaga bisa dikategorikan menjadi 2 bagian yaitu :</p>
<p><strong>A. Distribusi tenaga</strong><br />
Distribusi tenaga berpusat pada komponen yang disebut “Power IC”, dimana komponen tersebut mendapat arus listrik sebesar 3,6V dari baterai. Dari olahan power IC, arus dibagikan ke komponen lain yang menggunakan  arus tersebut sesuai kebutuhan daya masing-masing komponen dalam sirkuit. Pada kebanyakan type, daya yang dibutuhkan oleh RF Power Amplifier atau IC PA, melebihi daya dari  baterai semisal 4,7V atau 5,6V. Maka power IC membutuhkan dukungan dari komponen kapasitor (power boaster coil) untuk meningkatkan tegangan dayanya. Sehingga kesimpulannya adalah,<strong> power IC menggunakan daya yang masuk untuk dibagikan ke tiap komponen yang membutuhkan, berapapun daya yang diperlukan tiap komponen untuk menjalankan fungsinya.</strong><br />
<a class="thickbox" title="mobile phone's power distribution schematic" href="http://resureksi.com/wp/wp-content/gallery/pictures/1-power-distribution.png"><img class="ngg-singlepic ngg-center" src="http://resureksi.com/wp/wp-content/gallery/pictures/1-power-distribution.png" alt="1-power-distribution.png" /></a><br />
<strong> B. Pengisian tenaga/Charging</strong><br />
Charging adalah proses pengisian daya pada batery dengan menggunakan trafo charge, dan proses pengisian daya akan berhenti apabila daya dari baterai sudah penuh. Proses dari unit ini dikontrol oleh IC charging dengan dukungan komponen fuse/sekering, coil, dioda pelindung dan filter kapasitor. IC Charging dapat melakukan tugas tersebut karena mendapat perintah dari CPU dan mendapat tenaga dari Power Supply.</p>
<p><strong>2. Unit signal atau radio</strong><br />
Unit signal dapat dikategorikan menjadi 4 bagian, yaitu :</p>
<p><strong>A. Band Switching / pemindah frekwensi</strong><br />
Pada ponsel masa kini, sistem frekwensi jaringan yang disupport adalah 2 band, 3 band bahkan tak sedikit type ponsel yang sudah sanggup beroperasi di 4 band. Dalam khasanah teknik telekomunikasi selular, frekwensi yang dapat terlayani oleh ponsel 3 band berada di jalur: GSM (beroperasi pada 900 MHz) , DCS (beroperasi pada 1800 MHz) , PCS (beroperasi pada 1900 MHz).</p>
<p>Proses penangkapan dan pemisahan gelombang frekwensi yang merayap di udara tersebut dilakukan oleh komponen duplexer yaitu Antenna Switch. Komponen ini juga bekerja  sebagai pemindah fungsi antenna antara system penerimaan signal dengan system pemancaran signal. Dengan proses perpindahan system yang begitu cepat, seolah tak ada jeda ketika kita berkomunikasi dengan menggunakan ponsel. Padahal disaat yang sama, antenna bekerja untuk menerima dan memancarkan signal.</p>
<p><strong>B. RF (Radio Frekwensi) Power Amplifier</strong><br />
Komponen yang lebih dikenal dengan istilah IC PA ini bertugas untuk memperkuat signal yang akan dipancarkan ke udara. Dengan hasil penguatan signal berkisar lebih dari 0,6W atau 600mW, membuat signal sanggup merambat sejauh 20 sampai 25 kilometer.  Tugas penguatan signal yang dilakukan oleh IC PA ini kinerjanya dikontrol oleh RF Processor dengan cara mengatur tingkat kekuatan dan daya yang dibutuhkan oleh IC PA. Semakin dekat perangkat ponsel dengan BTS operator, semakin kecil pula daya yang diberikan. Demikian pula sebaliknya, semakin jauh ponsel dari jangkauan BTS maka semakin besar pula tingkat kekuatan daya yang diberikan pada IC PA. Dan ini berkaitan langsung dengan pemakaian konsumsi tenaga dari baterai.<br />
<a class="thickbox" title="Mobile Phone's Radio Frequency/Power Amplifier Schematic" href="http://resureksi.com/wp/wp-content/gallery/pictures/2-RF.png"><img class="ngg-singlepic ngg-center" src="http://resureksi.com/wp/wp-content/gallery/pictures/2-RF.png" alt="2-RF.png" /></a><br />
<strong> C. Transmitting/pemancaran</strong><br />
Pada Unit ini, RF Prosesor atau yang lebih dikenal sebagai IC RF berfungsi untuk mentransmisikan informasi data signal Pada komponen IC PA, filter, IC Audio dan CPU. IC RF di kalangan teknisi ponsel mempunyai ragam sebutan, misalnya pada Nokia DCT3 para teknisi lebih suka menyebutnya dengan Hagar dan di platform DCT4, IC tersebut lebih dikenal  sebagai Helga atau Mjoelner. Sedangkan untuk ponsel merk lain, pun para teknisi lebih akrab menyebut IC RF dengan nama sesuai yang tercetak pada IC masing-masing platform ponsel.</p>
<p>Untuk melaksanakan tugas sebagai pengolah informasi data signal, komponen ini menerima informasi dari unit data dan juga menerima informasi dari unit audio. Selanjutnya, Informasi data yang diterima tersebut diolah menjadi gelombang radio dengan frekuensi 900 Mhz – 1900 Mhz. Gelombang hasil dari pencampuran (mixer) dan penyatuan (modulation) tersebut diteruskan menuju IC PA untuk dikuatkan. Begitu pula pada proses penerimaan signal, IC RF-lah yang melakukan pengolahan data. Sehingga bisa dikatakan, IC RF berfungsi agar transmitter/pemancaran dan receiver/penerimaan pada unit signal mampu bekerja dengan baik.</p>
<p><strong>D. Receiving/penerimaan</strong><br />
Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa IC RF selain melakukan tugas pengolahan signal pemancar, komponen ini juga mengolah informasi data untuk proses penerimaan signal. Signal dari BTS yang masih dalam bentuk campuran , setelah  ditangkap oleh  antenna switch lalu di saring oleh filter, kemudian dikirim ke IC RF untuk dipisahkan (demodulasi) menjadi informasi audio dan data. Dan dari hasil olahan IC RF, informasi tersebut lantas dikirim ke IC audio untuk diolah menjadi signal suara yang bisa didengar telinga manusia melalui speaker. Sedangkan informasi dalam bentuk data, akan diteruskan  ke unit data bagian DSP (Digital Signal Processor) untuk diolah dan ditampilkan melalui visual dan grafik pada LCD berupa indikator signal dan logo operator..</p>
<p><strong>3. Unit Data</strong><br />
Unit data dapat dikategorikan menjadi 2 bagian, yaitu :</p>
<p><strong>A. CPU (Central Processing Unit)</strong><br />
Otak pengolah data utama dari ponsel ini melakukan tugas yang sangat beragam, mulai dari lampu LED, Vibrator/getar, kamera, Charging, Input keypad, konversi suara/DSP, kontrol saluran RF, power on sampai dengan control pengolahan dan pemrosesan penyimpanan data. Semua informasi yang terbaca oleh CPU, akan diolah sesuai perintah kerja pada program data yang tersimpan dalam IC Flash. Dan hasil olahan informasi tersebut akan diteruskan ke unit sistem yang lain. Jadi, apabila komponen CPU pada ponsel mengalami kerusakan, maka proses perbaikannya pun sulit dan beresiko besar.<br />
Komponen yang pada ponsel Nokia sering disebut MAD ataupun UPP ini berdimensi lebih lebar dan banyak terdapat kaki BGA. Dan biasanya untuk menjaga kekuatan, IC CPU di lem pada board oleh pabrik pembuat, ditambah lagi dengan minimnya stok yang ada dipasaran dan bilapun ada, harganya juga mahal. Hal inilah yang membuat kasus kerusakan pada CPU jarang terselesaikan. Dan untuk menghindari resiko kerusakan yang lebih besar, penanganan komponen CPU ini dibutuhkan ketrampilan tinggi dan pengalaman yang cukup dari seorang teknisi ponsel.<br />
<a class="thickbox" title="Central Processing Unit Schematic" href="http://resureksi.com/wp/wp-content/gallery/pictures/3-Cpu.png"><img class="ngg-singlepic ngg-center" src="http://resureksi.com/wp/wp-content/gallery/pictures/3-Cpu.png" alt="3-Cpu.png" /></a><br />
<strong> B. Memory (RAM, FLASH, COMBO CHIP)</strong><br />
Ada 2 jenis memori yang digunakan pada ponsel yaitu:<br />
1. RAM (Random Access Memory)<br />
Komponen memori  ini digunakan sebagai tempat penyimpan data  pengguna seperti foto, gambar, suara, video, aplikasi, game, thema dan lainnya. RAM juga difungsikan untuk membantu kinerja CPU sebagai penyimpan data sementara sebelum data tersebut diproses.</p>
<p><strong>2. Flash (eeprom, ROM)</strong><br />
Chip memori jenis ini difungsikan sebagai tempat penyimpan data utama seperti sistem operasi, dimana sistem operasi adalah bentuk pemograman data perintah untuk menjalankan sistem pada ponsel. Apabila komponen yang dikenal dengan IC Flash tersebut mengalami kerusakan pada fisik/hardware, maka CPU gagal mendapatkan alur perintah data yang tersimpan pada IC Flash,  dan pada akhirnya ponsel menjadi tak berfungsi.</p>
<p>Apabila ketidaknormalan ponsel  seperti layar blink, startup failed, contact service, contact retailer dan lainnya yang diakibatkan karena kerusakan struktur datanya/software, maka untuk melakukan penulisan kembali dengan data baru pada IC flash, dibutuhkan seperangkat kabel dan computer dengan program khusus.</p>
<p>Data mengenai identitas ponsel seperti IMEI, Security code, data kalibrasi signal/PM dan lainnya, disimpan pada  EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory). Sedangkan untuk ponsel yang mengadopsi slot MMC (Multimedia Card), memori jenis ini tidak termasuk dalam kategori komponen internal ponsel. Karena meskipun tanpa MMC, ponsel masih bisa difungsikan dengan normal</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://resureksi.com/mobile-phone-repair/cellular-phone/how-is-your-mobile-phone-work-memahami-bagaimana-kinerja-ponsel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istilah dan Penjelasan Fitur SETool Box</title>
		<link>http://resureksi.com/online-tutorials/istilah-dan-penjelasan-fitur-setool-box/</link>
		<comments>http://resureksi.com/online-tutorials/istilah-dan-penjelasan-fitur-setool-box/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 06:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware Repair]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorials]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://resureksi.com/wp/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Ponsel Sony Ericsson tiba-tiba suka restart?, blink?, atau cuma menyala lampu indikator lowbatt padahal baterai sudah diisi penuh tanpa ada tanda-tanda ponsel mau menyala?. Niscaya hal tersebut adalah kerusakan pada sistem operasi/softwarenya. Maka hal yang perlu dilakukan adalah mengisi ulang firmware ponsel tersebut (Flashing).
Untuk melakukan flashing, ada berbagai macam perangkat lunak yang ada, salah satunya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left;" src="http://resureksi.com/wp/wp-content/gallery/pictures/3-copy.png" alt="SEToolBox" width="175" height="173" />Ponsel Sony Ericsson tiba-tiba suka restart?, blink?, atau cuma menyala lampu indikator lowbatt padahal baterai sudah diisi penuh tanpa ada tanda-tanda ponsel mau menyala?. Niscaya hal tersebut adalah kerusakan pada sistem operasi/softwarenya. Maka hal yang perlu dilakukan adalah mengisi ulang firmware ponsel tersebut (Flashing).</p>
<p>Untuk melakukan flashing, ada berbagai macam perangkat lunak yang ada, salah satunya adalah <a href="http://setool.net" target="_blank">SETool Box</a>. yang akan dibahas disini adalah pemahaman penggunaan SETool Box.</p>
<p><strong>1. Firmware:</strong> Software / perangkat lunak yang dibuat oleh vendor (perusahaan pembuat ponsel) untuk mengoperasikan fitur-fitur ponsel, yang terdiri dari beberapa bagian yang lebih kecil.<img class="alignleft" style="margin: 5px 10px; float: left;" src="http://resureksi.com/wp/wp-content/gallery/pictures/setoolsoft.jpg" alt="SEToolBox" width="333" height="202" /><br />
<strong>2. Flashing:</strong> Proses memasukkan firmware ke ponsel<br />
<strong>3. Patching: </strong>Proses memodifikasi sebagian dari firmware dengan mengganti byte-byte data yang sudah ada dengan nilai yg baru, dengan tujuan memanipulasi sistem ponsel untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. <em>Misal:</em> fitur baru, menon-aktifkan suatu fitur yang dianggap mengganggu, dan lain sebagainya.<br />
<strong>4. FS (File System): </strong>Bagian dari firmware yang berfungsi untuk menyimpan file-file settingan/konfigurasi agar ponsel dapat digunakan sebagaimana mestinya, yang sekaligus berfungsi sebagai tempat internal memory/phone memory ponsel.<br />
<strong>5. MAIN/FLASH: </strong>Bagian utama firmware yang berfungsi sebagai Operating System (OS) ponsel yang mengoperasikan fungsi2 ponsel itu sendiri.<br />
<strong>6. Backup: </strong>Membuat salinan/copy-an dari data-data/ile-file penting, sebelum melakukan modifikasi terhadap ponsel, agar jika hasilnya tidak sesuai keinginan/tidak memuaskan, maka file-file yang sudah dibackup tadi dapat dikembalikan/di-restore lagi ke ponsel.<br />
<strong>7. Restore</strong>: Mengembalikan file-file/data-data yang sudah di-backup dengan tujuan mengembalikan keadaan seperti sebelumnya.<br />
<strong>8. Upload</strong>: Mengcopy file dari komputer ke FS (File System) ponsel.<br />
<strong>9. Download: </strong>Mengcopy file dari FS (File System) ponsel ke komputer untuk dimodifikasi atau di-backup.<br />
<strong>10. Finalize/Finalizing: </strong>Tahap terakhir dalam proses full flashing, yaitu proses mengcopy file-file konfigurasi/settingan ponsel yang paling utama, beserta file-file sertifikat Java ke FS (File System) ponsel, agar ponsel dapat digunakan kembali setelah mengalami full flashing.<br />
<strong>11. Full flashing: </strong>Proses flashing yang dilakukan pada bagian MAIN dan FS ponsel<br />
<strong>12. Partial flashing</strong>: Proses flashing yang dilakukan hanya pada bagian MAIN saja, atau hanya pada bagian FS saja.<br />
<strong>13. Cross flash: </strong>Flashing suatu tipe ponsel dengan menggunakan firmware tipe ponsel lain yang memiliki spesifikasi sama dengan ponsel tersebut. <em>Misal:</em> Cross flash K750i dengan firmware W800i.<br />
<strong>14. Update firmware: </strong>Proses meng-update firmware ponsel dengan firmware yang versinya lebih baru / aktual, dengan tujuan menghilangkan bugs-bugs pada versi firmware sebelumnya.<br />
<strong>15. Bugs:</strong> Masalah-masalah yang tidak seharusnya terjadi, yang dikarenakan oleh kesalahan firmware ponsel. Sehingga semua ponsel dengan tipe yang sama yang menggunakan versi firmware yang sama, akan mengalami masalah yang sama. <em>Misal:</em> baterai yang tidak dapat di-charge sampai 100% penuh.<br />
<strong>16. Customize / Customizing:</strong> Modding yang dilakukan pada FS (File System) ponsel dengan tujuan mengkostumisasi tampilan ponsel. Biasanya dilakukan untuk mengganti tampilan icon-icon menu ponsel yang standar dengan tampilan baru yang lebih menarik.<br />
<strong>17. db20xx</strong>: Jenis chipset yang digunakan pada ponsel.</p>
<ul>
<li><em><strong>db2000</strong></em> (disebut juga marita full) : Z1010,V800,Z800,W900</li>
<li><em><strong>db2010</strong></em> (disebut juga marita compact) : J300,K300,K310,K500,K510,K600,K608, K700,S700,K750,W550,W800,W810</li>
<li><em><strong>db2020</strong></em> K800,K610,V630,K790,W850</li>
<li><em><strong>db2012</strong></em>: K320</li>
<li><em><strong>db2000 + PDA Part:</strong></em> M600,M608,W950,W958,P990</li>
</ul>
<p><strong>18. CID: </strong>Nomor CID menentukan jenis proteksi ponsel yang digunakan oleh Sony Ericsson. CID baru terus dikembangkan dari waktu ke waktu, dengan tujuan untuk mencegah ponsel-ponsel SE di-unlock, di-flash, atau di-utak-atik dengan program-program selain program service resmi SE. CID yang ada sekarang ini adalah : 16, 29, 36, 49, 51, 52.<br />
<strong>19. COLOR:</strong> BLUE / BROWN / RED     Warna-warna ini menentukan jenis ponsel.</p>
<ul>
<li><em><strong>BLUE :</strong></em> ponsel diproduksi di pabrik dan tidak pernah diprogram dengan software / GDFS / IMEI</li>
<li><em><strong>BROWN :</strong></em> ponsel yang digunakan untuk tujuan pengembangan / testing. Bisa dianggap sebagai prototype / beta.</li>
<li><em><strong>RED :</strong></em> ponsel yang beredar bebas di pasaran.</li>
</ul>
<p><strong>20. OTP <em>(One Time Programming Memory)</em>:</strong> yaitu suatu bagian di memory yang dapat diprogram secara permanen (sekali diprogram tidak dapat diubah/dimodifikasi lagi).</p>
<p><strong>21.GDFS <em>(Global Data File System)</em>:</strong> yaitu non volatile area yang menyimpan parameter-parameter, settingan-settingan dan kalibrasi data (termasuk simlock).</p>
<p><strong>22. CDA:</strong> Nomor CDA menentukan varian firmware mana yang harus seharusnya digunakan untuk ponsel tersebut. Nomor CDA  ini yang menentukan language pack, branding, bandlock yang mana yang akan diflashkan ke dalam ponsel oleh SEUS (<em>Sony Ericsson Update Service)</em>. <em>Contoh:</em> sebuah K750i Generic di Scandinavia menggunakan CDA102337/12, sedangkan K750i yang branded (hanya bisa menggunakan provider Telenor) menggunakan CDA102338/62. Keduanya  akan diflash dengan paket bahasa yang sama, akan tetapi yang terakhir hanya bisa menggunakan sim card dari provider Telenor saja <em>(branded)</em>.<br />
<strong>23. SEUS:</strong> Sony Ericsson Update Service. Program resmi buatan Sony Ericsson untuk para pengguna HP Sony Ericsson yang ingin mengupdate firmware nya sendiri via internet tanpa harus membawa ke SESC.<br />
<strong>24. SESC</strong>: Sony Ericsson Service Center. Gerai service resmi Sony Ericsson.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://resureksi.com/online-tutorials/istilah-dan-penjelasan-fitur-setool-box/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
