Hmmm, ini album kesekian yang dirilis oleh
netlabel yesnowave yang saya review. Tapi memang netlabel ini yang membuat saya bisa menikmati track-track ber-’citarasa’ Indonesia dengan kualitas yang (mayoritas) tidak mengecewakan. Jadi bukankah sangat beralasan kalau saya kemudian sering mereview rilisan dari netlabel ini? Ya kan?
Walaupun rilisan ini belum bisa menghapus kekaguman saya atas album dari Jimmy Mahardhika, yang sampai saat ini masih menjadi rilisan favorit saya dari yesnowave, for sure
. Tapi karya dari A System Rijek! ini memang memiliki ‘sesuatu’ yang istimewa, tentu saja bukan judul albumnya yang menurut saya malah mengingatkan akan Nas dan LL Cool J ataupun rapper with sixpack and bling-bling necklace lainnya. Ada beberapa hal yang membuat saya menyukai album ini, yakni; speed-up d-beat, full distortion gitar with malfunction gate swell, attractive bass line, high range scream, dan tidak lupa provocative lyrics, tapi ada satu hal lain yang juga terdapat pada rilisan awal dari Proletar, Anjing Tanah ataupun Relationshit (yang ketiganya merupakan rilisan lokal favorit saya), yakni; sound artifact yang berasal dari sound gitar yang bergaung kesana kemari kebanyakan distorsi yang membuat noise tanpa henti dan ini sepertinya menjadi ciri khas dari band-band Fast-Trash-Discore.
Ada empat track di rilisan ini dan track favorit saya adalah “Survive” dengan bass line yang menohok di sepanjang lagu, dan lirik yang meneriakkan ‘Biarkan saja mereka menyerah, kita bertahan di sini sampai habis!’ yang terdengar sangat nihilis tapi sekaligus romantis. Dan akhirnya empat orang dalam band ini
sukses membuat saya terbangun di malam hari karena di playlist instrumental untuk tidur yang biasa terpasang di winamp saya terselip lagu-lagu mereka tanpa sengaja. Terkaget di pukul dua (pagi).
YESNOWAVE
Ear Catching Track: Survive
Ditulis Oleh: Didit Aditya (adityatoyotomi[at]yahoo.com) diambil dari 


